Ket foto : Anis Matta (tengah) ketika meluhat di galery di Museum NU di Sueabaya, (10/11/20)
Surabaya, wirafokus.com- Partai Gelombang Rakyat (Gelora) mendukung pasangan calon nomor urut 2, Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno dalam Pilkada Surabaya 2020.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta, ketika berkunjung ke Museum Nahdlatul Ulama (NU) di Surabaya bersama jajaran pengurus DPP dan DPW Partai Gelora Jawa Timur Selasa (10/11/20), siang
Anis Matta mengaku percaya Surabaya bisa lebih maju jika dipimpin oleh Machfud Arifin. “Beliau (Machfud Arifin) mantan Kapolda Jatim dan memiliki pemahaman mendalam bagaimana memajukan Surabaya,” katanya.
Untuk itu, lanjut Anis, Partai Gelora akan mendukung penuh pasangan Machfud Arifin-Mujiaman untuk memenangkan Pilkada Surabaya yang akan digelar 9 Desember mendatang.
“Kami akan all out mendukung pemenangan Pak Machfud Arifin,” tegasnya.
Pilkada Surabaya sendiri diikuti dua pasangan calon wali kota dan wakil wali kota. Pasangan nomor urut 1, Eri Cahyadi-Armuji diusung PDI-Perjuangan. Pasangan ini juga didukung PSI dan lima partai politik non-parlemen, yakni Partai Hanura, PBB, Partai Berkarya, Partai Garuda dan PKPI.
Sementara pasangan nomor urut 2, Machfud Arifin-Mujiaman diusung delapan partai politik, yakni PKB, Golkar, Nasdem, Demokrat, PAN, PKS, PPP dan Gerindra. Dengan merapatnya Partai Gelora, maka kekuatan Machfud Arifin-Mujiaman semakin solid.
Anis yang juga hadir di Hotel Majapahit pada malam harinya untuk melaunching Akademi Manusia Indonesia (AMI) secara nasional menegaskan, selain Pilkada Surabaya, Partai Gelora juga turut ambil bagian dalam Pilkada Serentak 2020 di Indonesia. Termasuk Pilkada di 19 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Hanya saja, untuk secara nasional tidak semua daerah Partai Gelora ikut berperan memberikan dukungan pada salah satu pasangan calon.
“Kalau Jawa Timur kita ikut berperan di 19 kabupaten dan kota yang menggelar Pilkada,” katanya.
Membangun Semangat Kepahlawanan
Terkait kunjungannya di Museum NU yang bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2020 di Surabaya, Anis mengatakan bahwa ini merupakan momentum paling emosional dalam sejarah bangsa Indonesia, karena pekik takbir Bung Tomo dan resolusi jihad NU adalah perlambang bagaimana cinta tanah air dan keyakinan agama menyatu. Bagaimana semangat nasionalisme dan semangat jihad menyatu.
“Ini menunjukkan bahwa di dalam sejarah kita sampai sekarang dan di masa yang akan datang, tidak akan pernah ada yang bisa memisahkan antara agama dan negara, antar agama dan nasionalisme,” jelas Anis Matta.
Ketika Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari menfatwakan mempertahankan kemerdekaan dan membela tanah air adalah jihad fi sabilillah, lanjut Anis, itu adalah momentum paling emosional yang menyatukan agama dan negara dengan semangat jihad dan nasionalisme.
“Kita ingin membangun kembali semangat kepahlawanan ini karena sekarang, terutama ketika kita menghadapi krisis dan kita membutuhkan semangat nasionalisme baru, yang asasnya adalah cinta kita kepada tanah air, keyakinan agama kita dan kemudian cita-cita sejarah baru kita hari ini dan di masa yang akan datang,” katanya.
Anis menegaskan, kita perlu mengenang masa lalu supaya kita mendapatkan inspirasi untuk masa depan kita. Sumber dari semangat nasionalisme baru kita sekarang adalah menjadikan Indonesia sebagai lima besar dunia.
“Inilah semangat nasionalisme baru yang menyatukan kita semuanya dan InsyaAllah mampu mengeluarkan kita dari fenomena belahan yang saat ini mengancam integritas kita sebagai bangsa,” ujarnya.
Anis juga menjelaskan maksud kunjungan bersama rombongan pengurus DPP Partai Gelora ke Surabaya. “Gelora ini lahir tanggal 28 Oktober 2019, tapi dideklarasikan 10 November. Jadi kami memang ingin menggabungkan dua momen sejarah ini, yaitu moment Sumpah Pemuda yang merupakan momen lahirnya kita sebagai bangsa. Dan momen Hari Pahlawan ketika menunjukkan determinasi kita sebagai bangsa mempertahankan kemerdekaan yang baru saja kita rebut beberapa bulan sebelumnya,” pungkas pria murah senyum ini. (pin)
