― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaJatimJasa Ambulan RSUD Syamrabu Mahal, Jenasah Seorang Bayi dibawa Pulang Naik...

Jasa Ambulan RSUD Syamrabu Mahal, Jenasah Seorang Bayi dibawa Pulang Naik Motor

Ket foto : Puluhan massa yang tergabung dalam PMB, mendatangi Gedung DPRD.

Bangkalan, wirafokus.com – Puluhan massa yang tergabung dalam Pemuda Madura Bersatu (PMB), mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), dan kantor Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Jumat, (6/11/20).

Kedatangan massa PMB ke Gedung wakil rakyat tersebut mendesak anggota dewan supaya mengambil tindakan tegas atas buruknya pelayanan RSUD Syarifah Ambami Ratho Ebhu (SYAMRABU) Bangkalan, dalam memberikan pelayanan kepada pasien, lebih-lebih pasien dari keluarga Pra Sejahtera.

Dalam orasinya Soleh yang juga sebagai Koordinator lapangan (Korlap) aksi unjuk rasa meminta untuk memberhentikan atau memecat pegawai RSUD SYAMRABU yang tidak berperikemanusiaan

Usai melakukan orasi, akhirnya para pengunjuk rasa ditemui Ketua DPRD Bangkalan Muhammad Fahad dan berjanji akan segera memanggil pihak rumah sakit maupun Dinas terkait khususnya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan untuk menyampaikan klarafikasinya terkait masalah pelayanan masyarakat yang terjadi di RSUD SYAMRABU

“Kami selaku DPRD akan berkomitmen memanggil pihak RSUD untuk mengklarifikasi apa yang menjadi
aduan para aksi, ” tegas Muhammad Fahad.

Kasus ini terjadi pada hari Jumat (16/10/20) seorang bayi perempuan bernama Toyyibah berumur 32 hari tepatnya jam 17.00 Wib masuk UGD RSUD Syamrabu atas rujukan dari Puskesmas Tongguh Arosbaya, Bangkalan.

Karena kondisi bayi pada saat itu dalam keadaan kritis maka pihak rumah sakit memindahkan ke ruangan ICU, tepat pukul 23.00 Wib bayi tersebut tidak tertolong dan pihak rumah sakit memberitahu orang tua bayi Khoiri bahwa pasien telah meninggal.

Korban sebelum meninggal sempat mendapat penanganan medis dengan menggunakan alat bantu jantung yang ditebus oleh Khoiri sebesar Rp 3,5 Jt yang didapat dari bantuan tetangganya.

Mengetahui bahwa anaknya tidak bisa tertolong dan telah meninggal Khoiri sebagai orang tua berniat membawa jenasah anaknya dengan menggunakan ambulan tetapi pihak rumah sakit menetapkan jasa ambulan sebesar Rp 2,7 Jt.

Karena tidak mengantongi uang untuk biaya jasa ambulan dan atas saran petugas yang melayani Khori saat itu agar jenazah bayinya dibawa pulang menggunakan motor

Pada saat itu juga tepatnya pukul 24.00 Wib, Khoiri bersama istrinya membawa jenazah bayinya dengan digendong menggunakan sepeda motor.

“Ambulan ada di bawah. Kalau tak ada uang, silakan bawa jenazah pakai sepeda motor,” tutur Khoiri, menirukan ucapan pegawai rumah sakit Syamrabu Bangkalan.(Hasan Hasir)