― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaKotaTak Berdaya, Pekerja Seni Minta Solusi dari Pemkot Secara Cepat

Tak Berdaya, Pekerja Seni Minta Solusi dari Pemkot Secara Cepat

Ket foto : Pekerja seni surabaya meminta pemerintah memberikan solusi atas dampak covid 19 yang melanda seniman

Surabaya, wirafokus.com – Perwakilan Paguyuban Seniman dan Seniwati Tradisi Surabaya (PASI) mendatangi kantor DPRD Surabaya. Mereka ingin mendapatkan solusi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya karena terdampak pandemi Covid-19.

“Kami tidak mempersoalkan Perwali 28 yang kemudian direvisi menjadi Perwali 33. Kami hanya menanyakan bagaimana solusinya, karena sudah 5 bulan kami terdampak. Semua terdampak, tapi yang paling terdampak itu pelaku seni atau seniman tradisi,” kata Ketua PASI, Kasuwanto.

Pria yang akrab disapa Cak Lupus ini mengatakan, disaat sektor lain bisa kembali beraktivitas dengan protokol kesehatan ketat, hingga saat ini, pekerja seni masih belum bisa beraktivitas.

“Yang terpenting, kami ingin menemukan solusinya. Kemudian juga tolong, jangan ada tebang pilih. Artinya kalau tidak boleh ada kegiatan maka tidak ada yang boleh menggelar kegiatan tersebut. Karena kalau sampai tebang pilih, ini nanti akan menjadi gejolak di bawah,” ujar pendiri sekaligus Ketua Ludruk Arboyo ini.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah mengatakan, pihaknya bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya sedang mempersiapkan ruang publik milik Pemkot untuk bisa dimanfaatkan sebagai tempat berekspresi para seniman Surabaya.

“Skema itu sedang kita kaji, semoga dalam waktu dekat sudah ada jawaban sehingga kawan-kawan bisa kembali menampilkan karya-karya yang telah kami rindukan,” ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Pihaknya berharap, hal tersebut dapat segera terealisasi agar para seniman dapat kembali beraktivitas dan berkarya, dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan.

Sekedar informasi, PASI beranggotakan lebih dari 100 orang, mulai dari seniman ludruk, srimulat, ketoprak, wayang orang, reog, jaranan, keroncong, campursari, maupun kesenian tradisi lainnya.

Adapun perwakilan Komisi D DPRD Surabaya yang turut mendampingi Khusnul Khotimah menerima aspirasi PASI yakni, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Ajeng Wira Wati, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Surabaya Akmarawita Kadir, Anggota Komisi D DPRD Surabaya Badrut Tamam, Hari Santoso, Ibnu Shobir, Tjutjuk Supariono, dan Juliana Evawati. (ardliyanto)