― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaPendidikanAlumni SMPN 8 Bantu Wastafel Canggih ke Sekolah

Alumni SMPN 8 Bantu Wastafel Canggih ke Sekolah

Ket foto : Alumni SMPN 8 Surabaya menyerahkan sumbangan wastafel kesekolah yang diterima kepala sekolah.

Surabaya, wirafokus.com – Pandemi Covid-19 membuat alumni-alumni SMPN 8 Surabaya turut prihatin kepada masyarakat. Mereka menyumbangkan dua wastafel canggih untuk siswa-siswa SMPN 8 yang akan melaksanakan pendidikan tatap muka.

Bantuan wastafel ini sebagai bentuk kepedulian alumni terhadap yunior-yuniornya yang masih mengenyam pendidikan tingkat menengah pertama.

Mereka tidak ingin, siswa-siswa SMPN 8 terdampak Covid-19 yang telah menjadi wabah. Untuk mengantisipasi itu, dua wastafel yang didesain khusus disumbangkan. Pengguna tidak perlu menyentuh wastafel untuk memancurkan air dan sabun. Mereka cukup menekan gagang air dan sabun yang ditaruh dibawah dengan menggunakan kaki.

“Kami sangat senang dengan bantuan yang diberikan alumni-alumni. Ini sangat membantu,” kata Kepala Sekolah (Kasek) SMPN 8 Surabaya, Sukarjo.

Sukarjo mengatakan, bantuan ini sangat berarti, apalagi wastafel yang diberikan berbeda dengan wastafel yang sudah tersedia. Nantinya siswa yang menggunakan tidak perlu menyentuh wastafel dengan tangan. Mereka cukup menginjak gagang kemudian keluar air dan sabun, siswa tinggal mencuci tangan.

“Wastafel ini tidak perlu disentuh tangan. Ini sangat bagus karena bersentuhan tangan sangat rentan akan penularan virus,” ujarnya.

Meski demikian, siswa-siswa akan disiapkan untuk sesuai protokol kesehatan sesuai yang ditetapkan pemerintah.

“Kalau sekolah sudah diperbolehkan melakukan pendidikan tatap muka, kita sudah siap,” kata Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) SMPN 8 Surabaya, Dindien Mardiani.

Menurut Mardiani, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menyiapkan sekolah-sekolah untuk masuk sekolah secara tatap muka.

Ada 21 sekolah menengah pertama yang akan menjadi pilot project,meski begitu sekolah-sekolah yang tidak menjadi pilot project juga sudah menyiapkan diri untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka.

“Nantinya mulai siswa datang hingga masuk ruang kelas, mereka akan mentaati protokol kesehatan. Kita sudah mengaturnya dengan baik,” ungkap dia.

Sementara itu, Irsan Suria Ketua Temu Seduluran Alumni SMPN 8 Surabaya mengatakan, sumbangan ini diberikan kepada sekolah karena alumni-alumni sangat perhatian terhadap adik-adik kelas. Mereka tidak ingin, siswa-siswa yang menjadi generasi penerus bangsa tertular virus corona.

“Sekarang ini kan lagi pandemi Covid-19, kita ingin memangkas penyebaraanya dengan hidup sehat. Makanya kita memberikan bantuan dua wastafel ke sekolah ini,” katanya.

Irsan mengaku, selain memangkas penyebaran covid, alumni-alumni juga ingin bertemu dengan Kepala Sekolah dan jajarannya untuk bersilaturrahim. Dalam pertemuan ini, alumni-alumni juga meminta izin sekaligus mengundang Kepala Sekolah dan jajarannya untuk hadir pada pertemuan yang diberi tema ‘Temu Seduluran Alumni’.

“Kami juga mengundang Kepala Sekolah untuk datang dalam acara temu kangen alumni yang akan dilaksanakan. Temu alumni ini sebagai bentuk kecintaan terhadap almamater ini,” terang dia.(ardliyanto)