Ket foto: Samsurin Putra Asli Tambak Osowilangun dan Juga Ketua DPC Partai Bulan Bintang Kota Surabaya
Surabaya, wirafokus.com – Badan pemenangan pemilu Dewan Pimpinan Cabang Partai Bulan Bintang Kota Surabaya memberikan analisa terbuka, gambaran kekuatan suara pada pilwali kota surabaya yang akan diselenggarakan pada desember 2020 nanti.
Samsurin Ketua DPC PBB kota surabaya memberikan stigma Bahwa pemilu 2020 adalah pilkada troumatik, dimana angka statistik kesadaran masyarkat dalam mengunakan hak suara pada pilwali 2020 tetap pada kisaran tak lebih dari 50 persen . Bisa jadi tidak sampai 44 persen akibat pandemi covid -19.
Lanjut samsurin, pilwali kota surabaya 2020 hampir mirip pilwali kota surabaya 2010.
Kekuatan incumben yaitu PDIP bisa menang tapi sangat miris . Dimana kala itu perolehan pasangan risma – bambang menang tipis dari pasangan arif afandi – Adies Kadir dengan silisih hanya 3,28 persen atau hanya terpaut 30.671 suara .
Jika pilwali kota surabaya hanya bisa menghadirkan 3 pasangan calon . Yaitu gabungan partai politik yang mengusung Mahfud Arifin ( MA ) dan kekuatan incumben ( PDIP ) dan peserta perseorangan INDEPENDEN yasin- Gunawan . Maka angka statistik suara tak jauh seperti pilwali 2010. Yang saat itu menghadirkan 4 pasangan calon
Data angka PILWALI 2010
Tri Rismaharini-Bambang 358.187 ( 38,53 % )
Arif Afandi-Adies Kadir 327.516 ( 35,25 % )
Fandi Utomo-Yulius Bustami
129.172 ( 13,90 % )
BF Sutadi-Mazlan Mansur 61.648( 6,63 % )
Tapi jika kesadaran partai partai politik dikota surabaya mampu memberikan alternative calon baru atau poros baru
Dengan menghadirkan 4 pasangan maka akan lahir pemimpin baru leoas dari hegemoni PDIP selama 3 periode menguasai birokrasi di kota surabaya.
Semisal partai peserta pemilu 2019 dikota surabaya dengan angka sah 1.466.876 dan partai Golkar dengan perolehan suara 115. 131 atau 8 persen mampu mengandeng PSI dengan suara 90.758 atau 6,1 persen . Serta mengajak PPP dengan suara 56.242 atau 3,8 persen dan gabungan partai politik non parlemen yang memiliki 7,1 persen . Maka poros baru ini bisa memberikan alternative calon baru pada pilwali surabaya 2020.
Masyarakat surabaya akan mempunyai banyak pilihan sehingga akan muncul kader kader pemimpin yang menawarkan visi dan misi beragam .
Tapi jika semua partai selain PDIP dan PSI , semankok dengan koalisi MA maka masyarakat surabaya hanya punya 3 pasangan pilihan . Yaitu pasangan yang diusung PDIP , pasangan MA yang dibawa oleh koalisi 8 partai Dan pasangan independen.
Sudah bisa ditebak pasangan MA dan independen akan bekerja keras untuk bisa menumbangkan kekuasaan absolut dari PDIP, ungkap samsurin lagi. (Sam/KiJ)
