Ket foto : (Dari kiri ke kanan) Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si, Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Tedy Candra dan Wakapolda Jatim Brigjen Pol Drs. Slamet Hadi Supraptoyo saat memantau salah satu ruas jalan yang dilakukan penutupan
Surabaya, wirafokus.com – Usai pimpin rapat anev dengan Gugus Satgas Covid 19 di Polrestabes Surabaya, Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si, Wakapolda Jatim dan para Pejabat Utama Polda Jatim serta Kasat Lantas Polrestabes Surabaya memantau secara langsung kondisi Jl. Raya Darmo Surabaya yang merupakan salah satu ruas Jalan yang dilakukan penutupan pada saat malam hari di masa pandemi Covid 19, Sabtu, (4/7/20) pukul 23.45 WIB
Sedangkan dua ruas Jalan lain yang dilakukan penutupan pada malam hari yaitu ruas jalan Jl. Tunjungan dan Jl. Pandegiling.
Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si menjelaskan penutupan ruas Jalan ini terpaksa dilakukan, karena Kota Surabaya angka penyebaran Covid 19 sangat tinggi dan tempat inilah yang disinyalir sebagai tempat untuk nonkrong atau berkumpulnya massa.
Fadil juga menambahkan bahwa kota Surabaya masih menduduki rangking teratas dalam penyebaran covid 19 di Propinsi Jatim khususnya di wilayah Surabaya Raya, kemudian disusul wilayah Sidoarjo dan wilayah Gresik.
“Hiingga saat ini vaksin untuk menangkal berkembangnya Covid 19 belum ditemukan, sehingga cara yang bisa ditempuh untuk menangkal penyebaran covid 19 yaitu dengan cara pakai masker, cuci tangan, jaga jarak aman serta melakukan pola hidup bersih dan sehat sampai vaksin nantinya ditemukan,” ujarnya
Untuk itulah, Kapolda Jatim menghimbau kepada setiap warga masyarakat diharapkan dan harus ” Disiplin ” menerapkan protokol kesehatan guna menangkal covid 19 serta agar pandemi covid 19 segera berakhir khususnya di wilayah Surabaya Raya.
“Disiplin adalah vaksin yang paling ampuh untuk menangkal berkembangnya Covid 19 “. Pernyataan tersebut sering dilontarkan Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si pada saat pertemuan dengan awak media, ulama, akademisi dan warga masyarakat . (why/red)
