― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaPendidikanDemi Sekolah Daring, Pelajar di Pamekasan Rela Jadi Pencari Rumput Untuk Beli...

Demi Sekolah Daring, Pelajar di Pamekasan Rela Jadi Pencari Rumput Untuk Beli HP

Ket foto : Moh Rafli seorang pencari rumput yang juga seprang pelajar asal Desa Bettet, Kecamatan Kota, Kabupaten Pamekasan yang tidak bisa membeli Hp untuk keperluan belajar daring (online).

Pamekasan, wirafokus.com – Moh Rafli, pelajar asal Desa Bettet, Kecamatan Kota, Kabupaten Pamekasan harus menjadi pencari rumput demi membeli handphone untuk kebutuhan pelajaran daring (online).

Anak dari pasangan suami istri (Pasutri), Subairi dan Hawati ini, merupakan siswa kelas VIII di SMPN 7 Pamekasan.

Selama masa pandemi covid-19 ini, Moh Rafli tidak bisa mengikuti pelajaran daring disebabkan tidak mampu membeli handphone untuk keperluan belajar daring (online).

Saat ditemui di rumahnya, Moh Rafli mengatakan, ia terpaksa untuk mencari rumput demi membantu meringankan beban kedua orang tuanya.

Dari hasil mencari rumput itu, Moh Rafli diberi upah kisaran Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu oleh peternak.

Foto : Moh Rafli sedang mencari rumput demi membeli handphone untuk kebutuhan pelajaran daring (online)

Menurutnya, hasil dari mencari rumput tersebut nantinya akan diberikan kepada ibunya (Hawati) yang kemudian ditabung.

“Setiap hari saya mencari rumput, hasilnya saya berikan ke Ibu dan ditabung untuk membeli handphone agar saya bisa mengikuti sekolah online,” kata Moh Rafli, Kamis (23/07/2020).

“Saya tidak tega melihat bapak dan ibu bekerja banting tulang, makanya saya berusaha untuk meringankan beban mereka. Kan ini juga untuk kebutuhan saya agar bisa belajar online,” imbuh Rafli.

Sementara Hawati, ibu Rafli membenarkan bahwa selama pandemi ini anaknya mencari rumput dan tidak bisa mengikuti pelajaran daring.

“Ya mau belajar online gimana, kan itu harus pakai HP. Sementara kami tidak punya uang untuk membelikan HP untuk Rafli,” katanya sembari menangis.

Makanya, kata Hawati, Rafli mencari rumput untuk menabung agar bisa membeli handphone dan mengikuti pelajaran online.

“Sebenarnya saya tidak tega, tapi mau gimana lagi pendapatan kami juga tidak seberapa,” ungkap dia. (haz)