― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaKotaPemuda Pusura Tak Setuju Surabaya Dianggap Wuhan II

Pemuda Pusura Tak Setuju Surabaya Dianggap Wuhan II

Ket foto : Ketua Pemuda Pusura Surabaya Hoslih Abdullah

Surabaya, wirafokus.com- Ketua Pemuda Pusura Surabaya Hoslih Abdullah, menyesalkan adanya statement yang menyatakan jika Surabaya akan menjadi seperti Wuhan II. Sebab, statement ini dianggap memicu polemik di masyarakat.

Menurutnya, dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini lebih baik mengeluarkan statement yang menyejukkan daripada membuat statemen yang membuat was was masyarakat. Dia pun memberi contoh, misalnya Surabaya bisa menjadi Jepang II asalkan masyarakatnya bisa menjalankan disiplin sesuai protokoler pemerintah.

Seperti diketahui, Jepang akhirnya mencabut keadaan darurat pandemi Covid-19. Pasalnya, Perdana Menteri Shinzo Abe menyatakan telah berhasil menangani pandemi dalam waktu enam minggu dengan pendekatan unik.

Menurut Cak Dullah, mestinya Jepang lah yang dijadikan contoh, karena negara ini telah berhasil mengatasi pandemi Covid-19 dengan baik. Dengan demikian, masyarakat akan termotivasi untuk mengikuti jejak. Bukan sebaliknya memberi statement yang membuat masyarakat kuatir dan was-was dengan menyatakan Surabaya bakal menjadi Wuhan II apabila masyarakatnya tidak disiplin.

“Statement ini sangat mengerikan sekali dan bikin resah masyarakat,” kata pria yang akrab disapa Cak Dullah ini, Jumat (29/5/2020).

Padahal, menurut Cak Dullah, pemkot, DPRD dan masyarakat sudah berusaha keras menangani pandemi Covid-19. Pemuda Pusura pun sudah melakukan penyemprotan disinfektan ke pojok-pojok kampung di Kota Surabaya yang belum tersentuh.

Karena itu, Cak Dullah sangat menyayangkan adanya statement tersebut.

“Sekali lagi saya menghimbau, kalau statement buatlah yang menyejukkan, jangan malah bikin resah,” tandas pria yang juga Ketua Umum Anak Bangsa Sejati (ABS) Jawa Timur yang berpusat di Jakarta.

Cak Dullah yakin kalau warga Kota Surabaya mengikuti Jepang yang disiplin dalam mengikikuti protokol kesehatan seperti petunjuk pemerintah, antara lain dengan selalu pakai masker, jaga jarak, rajin cuci tangan dan tidak begerombol, Surabaya akan terbebas dari pandemi Covid-19.

“Kalau Jepang bisa, saya yakin kita juga bisa,” pungkas Wasekjen PB IPSI ini. (pin)