Ket foto : Direktur Utama PT Garam (Persero) Budi Sasongko saat memberikan sambutan melalui vidcon dalam acara Halal Bi Halal di kantor Pusat PT Garam(Persero) Jalan, Kalianget, Sumenep.
Sumenep, wirafokus.com- Bulan Ramadhan kali ini berbeda dengan bulan Ramadhan tahun sebelumnya, meskipun adanya pandemi covid-19 bukan menjadi penghalang untuk terus menjalin silaturahmi antar sesama.
Hal itu yang dilakukan PT Garam (Persero) dalam menggelar Halal Bi Halal bersama yang dihadiri oleh Dewan Komisaris, Direksi, dan seluruh karyawan
Acara yang digelar di kantor pusat PT Garam (Persero) Jalan. Kalianget , Sumenep, yang biasanya dihadiri karyawan, pensiunan, dan forpimda, kini diselenggarakan secara virtual melalui video conference zoom dan youtube live, Selasa, (26/5/20)
Dalam sambutannya Direktur Utama PT Garam (Persero) Budi Sasongko melalui vidcon mengatakan karena wilayah produksi dan pemasaran kita sangat banyak dan kami ingin terus menjalin silaturahmi dengan seluruh karyawan, namun apa daya kita harus physical distancing, semoga vidcon yang kita selenggarakan ini dapat mengobati rindu,

Foto : Dewan Komisaris, Direksi, dan seluruh karyawan yang hadir dalam acara Halal Bi Halal
Dalam acara halal bi halal tersebut juga dibahas mengenai skenario dalam menghadapi The New Normal, di mana kondisi sekarang perusahaan tetap beroperasional seperti biasa, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan dan aturan pemerintah.
PT Garam telah siap dengan The New Normal dimulai dengan membuat aturan kepada karyawan yang bekerja, seluruh karyawan wajib menggunakan APD minimal masker, dan pengecekan suhu tubuh.
Budi juga menambahkan nanti kami juga akan melaporkan hasil evaluasi terhadap penerapan The New Normal secara rutin dan berkelanjutan.
“Meskipun masih dalam masa pandemi Covid-19 kami akan bekerja secara professional dan berinovasi untuk produk-produk, semoga kami dapat terus memuaskan semua customer,” ujar Budi.
PT Garam sebagai Badan Usaha Milik Negara satu-satunya yang memproduksi garam dari hulu hingga hilir, akan terus berkontribusi maksimal untuk ketersediaan garam Nasional. (ris/fks)
