― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaJatimPuspa Agro Diminta Jual Produk Petani Via Online

Puspa Agro Diminta Jual Produk Petani Via Online

Ket foto : Lilik Hendrawati

Surabaya,wirafokus.com-
Di tengah pendemi virus Corona atau Covid-19 hampir semua sektor terdampak. Tak terkecuali para petani di Jatim. Karena itu, agar nasib petani tidak semakin memprihatinkan, Puspa Agro yang dulu diharapkan mampu menyerap produk hasil panen par petani di Jatim sekarang perlu dimaksimalkan.

Anggota Komisi C DPRD Jatim Lilik Hendrawati menegaskan, dalam kondisi seperti sekarang Puspa Agro diharapkan mampu membantu para petani di Jatim yang kesulitan memasarkan produknya di sejumlah pasar tradisional akibat kebijakan social distancing. Puspa Agro dapat mengambil produk para petani kemudian dijual secara online.

“Saat ini banyak produk petani yang sulit dipasarkan karena adanya pemberlakuan social distancing. Juga akibat adanya pemberlakuan sangat ketat terhadap mobil dari luar kota yang masuk. Karena itu, melalui Puspa Agro yang notabene milik Pemprov Jatim, diharapkan memiliki kemudahan untuk membeli atau menjual produk milik petani secara online. Saya rasa ini bisa menjadi salah satu solusi,” kata politikus perempuan asal PKS ini, Minggu (19/4/2020).

Lilik juga berharap, jika ada beberapa komoditi yang harganya naik akibat wabah corona, diharapkan Puspa Agro dapat memberikan solusi dengan menjualnya sesuai harga normal. Dengan demikian, petani untung, masyarakat untung dan Puspa Agro pun dapat untung.

Politisi yang dikenal vokal ini mengakui, selama ini Puspa Agro banyak menyuplai kebutuhan pangan ke beberapa supermarket, mulai sayur, buah, daging sapi, daging ayam, ikan hingga beras. Namun karena adanya imbauan terkait Covid-19, otomatis masyarakat enggan ke supermarket. Akibatnya, pendapatan Puspra Agro dari sektor ini mengalami penurunan.

“Untuk itu dalam masalah ini kita harus berpikir lebih maju. Jangan sampai kondisi ini dijadikan alasan pendapatan sejumlah BUMD turun. Sebaliknya, kita harus memanfaatkannya. Apalagi impor dari Cina juga dihentikan, sehingga kondisi ini dapat dimanfaatkan Puspa Agro untuk mengenalkan produknya kepada masyarakat,” tegas alumnus ITS Surabaya ini.

Dia juga mengakui, sejak didiirikan tahun 2017 dengan anggaran Rp 585 miliar, Puspa Agro selalu sepi pembeli. Pasalnya, akses jalan untuk menuju ke lokasi sangat sulit alias macet, sehingga masyarakat malas ke sana. Padahal, pendirian Puspa Agro diharapkan mampu menyerap produk petani di Jatim untuk dijual kepada masyarakat.

Akibat sepinya pembeli, saat ini banyak kios di Puspa Agro yang terbengkalai karena ditinggal oleh para pedagang. “Nah, sekarang saatnya Puspa Agro bisa eksis lagi. Yaitu dengan menghimpun sejumlah produk petani untuk disalurkan ke masyarakat melalui belanja online. Bismillah, saya yakin akan banyak permintaan. Sebab, di tengah pendemi Covid-19 dan adanya kebijakan social distancing, saat ini masyarakat jarang yang keluar rumah atau kumpul-kumpul,” tegas Lilik Hendrawati. (pin).