Ket foto : Rudik Setiawan. wakil ketua DPC Partai Bulan Bintang Kota Surabaya
Surabaya, Wirafokus.com – Sudah satu bulan surabaya diserang covid 19, upaya pemerintah kota Surabaya saya katakan sangat lamban dan tidak mau mengambil resiko, jumlah penderita covid semakin bertambah.
Sudah berapa kali Pemkot dalam hal ini walikota Surabaya memberikan himbauan dan melakukan upaya preventif tapi semua seakan sia sia, tidak efisien dan membuang banyak anggaran. Kata Irwansyah Ketua PAC Partai Bulan Bintang Kecamatan Gunung Anyar Surabaya.
Beberapa kali ketua DPC PBB kota surabaya bapak samsurin mengkritisi kebijakan pemkot soal penanggulangan korona yang kami anggap sangat lamban.
Lanjut irwansyah, PBB sudah membantu masyarakat bagi bagi sembako, bahkan setiap 3 hari sekali melakukan penyemprotan disinfektan. Dan saya kira bukan hanya PBB saja, partai partai lain dan ormas ormas lain juga melakukan baksos yang sama guna menekan penyebaran covid 19 ini, lantas apa yang dilakukan pemkot surabaya saat ini, wong di suruh PSBB aja tidak di jalankan, apa pemkot surabaya tidak punya uang.
Ditambahkan oleh roy Ketua PBB Kecamatan Rungkut, data yang di release oleh pemkot surabaya menyatakan bahwa daerah kami sangat banyak kasus covid. Harusnya terapkan PSBB agar angkat kasus bisa ditekan dan semoga juga bisa selesai, jangan hanya himbauan aja, RT RW dihimbau menutus akses jalan masuk ke kampung kampung ini kan namanya lockdown gratisan, pemkot surabaya gk modal.
Wakil ketua DPC PBB surabaya rudik setiawan memimpin rapat pac pac pbb di markas DPC PBB Surabaya (18/4/2020). Hasil rapat koordinasi pengurus pada hari ini, kami mengirim surat kepada walikota surabaya dan DPRD Kota Surabaya, agar surabaya segera menerapka n PSBB , insya Allah PAD kota surabaya sangat cukup untuk mencover kebutuhan logistik masyarakat surabaya selama 2 minggu. Untuk pelaksaan pembagian sembako yang efektif gunakan peran RT RW atau dirikan semacam TPS ( Tempat Pengambilan Sembako) seperti pemilu , ada tempat tps agar orang datang ambil sembako secara tertib dan tidak berkumpul, saya yakin satu hari sembako habis terbagi, baru setelah itu suruh semua warga surabaya masuk kedalam rumah, dan warga musiman juga di kasih sembako dan bisa lockdown mandiri di tempat kontrakannya.
Baru lakukan upaya sterilisasi menyeluruh dengan mengunakan semprotan disinfektan, insya Allah pencegahan covid akan nampak hasilnya.
Dan saya yakin kalau kompensasi sudah di berikan pemkot Surabaya, warga pasti manut semua, kalau tidak manut ya di kasih sanksi dong, kata Rudi Lagi. (Ss/KJ)
