Ket foto : Ketua DPC PBB KOTA SURABAYA Saat wawancara
Surabaya, wirafokus.com – Ketua DPC PBB kota Surabaya Samsurin atau biasa kita Panggil akrab Cak Surin, Terkait Pasar tradisional PPI di daerah kecamatan krembangan di tutup menindak lanjuti surat edaran walikota Surabaya nomer 360/3324/436.8.4/2020 tentang peningkatan kewaspadaan covid 19, maka itu sama artinya Risma selaku Walikota telah berbuat kezaliman kepada para petani tambak dan nelayan di Surabaya barat.
Lantas kalau pasar ditutup Hasil tangkapan udang tiap pagi yang menjadi nafkah para pandego ( petani tambak ) mau di jual kemana Rek.. dan mau di kemanakan juga hasil tangkapan nelayan ?
Penting untuk dijadikan sebagai sebuah catatan, bahwa fungsi jaring sosial yang dimiliki oleh petani dan nelayan adalah tidak sama dengan masyarakat perkotaan.
Jika masyarakat perkotaan, tidak bisa berangkat ke pasar pun, mereka bisa saja belanja daring online. Tapi, ini berkaitan dengan hasil tangkapan ikan yang harus dijual tiap pagi agar hasil tangkapan ikan tetap segar dan tidak busuk.

Foto : Ketua DPC PBB KOTA SURABAYA Samsurin
Saat kondisi masyarakat sedang normal, mereka para pejabat ini kan kerap menikmati hasil tangkapan dan budidaya nelayan, meski juga tidak jarang mereka dijatuhkan haknya akibat reklamasi besar besaran setiap tahun di kawasan surabaya barat,” ungkap Samsurin mantan ketua cabang himpunan nelayan seluruh indonesia kota Surabaya.
Lanjut Cak Surin lagi, dalam kondisi wabah Corona dan bencana Dunia seperti ini, mereka iso Yo Mereka tego.. menjadikan para petani dan nelayan sebagai korban hidup dari kebijakan akibat penutupan pasar? Semestinya, harus ada perimbangan.
Sementara mall mall di pasang bilik bilik steril Jleketek. .. malah pasar tradisional ditutup, kan bisa saja pasar tradisional di beri bilik dan dijaga agar tetap menjaga kebersihan atau sosial distancing.
Apalagi saat ini diberlakukan karantina lokal , para petani tambak dan nelayan tidak pernah menerima kompensasi kebijakan.
Saya harap walikota Surabaya wayahe ojok tebang pilih ngono rek… dalam hal pembatasan ini , buka kembali pasar tradisional di PPI karena dipasar itulah transaksi para petani tambak dan hasil tangkapan nelayan di jual. Tegas samsurin asli Arek Osowilangun Suroboyo yang juga menjabat sebagai ketua DPC PBB kota surabaya ini .

Saya bicara ini sekaligus mewakili pelaku usaha dibidang perikanan. Bahwa ada 2500 orang yang bekerja sebagai buruh tambak dan nelayan tangkap yang tersebar di kota surabaya, 50 % nya adalah surabaya barat dan mereka menjual hasil tangkapnya lebih dari 1.5 ton tiap hari di pasar tradisional yang tersebar di pasar turi, pasar PPI dan pasar tembok Bubutan, untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Surabaya, jadi Walikota Suroboyo Mbok yo Paham lek iku Pasar Tradisional juga Pasar Sejarah Rakyat Suroboyo Rek…ungkap Cak Surin saat di wawancara media ini. (KJ)
