Warga Surabaya Kecewa, Periksa Tes Corona di RS UNAIR. Tidak Gratis Sesuai Janji Risma Walikota Surabaya

28

Ket foto : Samsurin, Ketua DPC PBB Kota Surabaya,

Surabaya, wirafokus.com – Rumah sakit Unair yang di tunjuk sebagai lembaga resmi tes untuk pemeriksaan corona pemerintah kota surabaya tidak sanggup dengan membludaknya peminat yang ingin periksa gratis.

Mereka datang sendiri ke poli khusus corona setelah membaca media online bahwa walikota surabaya Risma akan menyediakan layanan gratis apabila ada warga yang ingin mengecek kesehatannya.

Bahkan janji Risma akan menyediakan ambulance gratis dan antar jemput bagi warga yang rumahnya jauh agar bisa periksa jika kondisinya tidak sehat dan dikawatirkan terjangkit Corona.

Informasinya gratis ternyata/ Jleketek tidak gratis. Bagi yang positif terkena corona pasien bebas tidak membayar, tapi kalau negatif ya mereka tetap bayar.

Malah juga para dokter dan tenaga medis RSUA yang urunan dari kantong pribadinya untuk melayani warga yang datang periksa kesehatan. Karena Pemkot Surabaya tidak siap menyediakan finansial, untuk operasionalnya.

Saya minta pada pemkot Surabaya agar komitlah. Pengorbanan para tenaga paramedis ini tak hanya soal waktu kerja saja yang over time. Tapi juga mereka rentan tertular kalau misalnya ada yang positif covid-19 ini.

Foto: Suasana antrian di poli khusus tes corona di RSUA

Saya berharap risma tidak melakukan pecitraan kebablasan ini kan namanya membohongi masyarakat Surabaya disaat kesadaran mereka mulai sigap menjaga kesehatan akibat wabah corona.

Lha kok malah menambah beban masyarakat dengan statmen pemeriksaan gratis. Kalau gk siap itu ojo woro woro Rek…

Mending ikuti anjuran Gubernur Jawa Timur agar meminimalisir seluruh bentuk kegiatan yang mengumpulkan massa.

Kalau seumpama warga di suruh tes gratis di RSUA jumlahnya sampai ratusan orang , apa tidak malah mudah terjadi menyebaran virus corona di sana.

Dan saya harap pada masyarakat Surabaya ,kalau memang tidak ada keluhan keluhan yang menyerupai gejala covid -19 lebih baik di rumah saja dan tidak perlu datang ke rumah sakit. Himbau Samsurin, ketua DPC PBB Kota Surabaya, yang asli Arek Suroboyo. (Ss/KJ)