Ket foto : Anik Maslachah didampingi Wagub Emil Dardak sebelum rapat koordinasi di Gedung Negara Grahadi.
Surabaya, wirafokus.com-
Pemprov dan DPRD Jatim sepakat memberikan dana kompensasi kepada Industri Kecil Menengah (IKM), warung kopi, dan pedagang keliling non-Program Keluarga Harapan (PKH).
Pemberian dana kompensasi itu sangat mendesak, mengingat keputusan social distancing (jaga jarak) yang dilakukan pemerintah membuat banyak masyarakat yang tidak keluar rumah dan tidak memiliki penghasilan.
Wakil Ketua DPRD Jatim Anik Maslachah menegaskan, merebaknya virus Corona (Covid-19) memaksa Pemprov dan DPRD Jatim tidak hanya menangani soal kesehatan, tapi juga memberikan kompensasi ekonomi bagi IKM, warung kopi, pedagang keliling non-PKH (yang mendapatkan BLT).
Pasalnya, implementasi maklumat Kapolri yang membatasi kerumunan berakibat mereka sepi, bahkan usahanya tutup. Termasuk warga yang berada di kepulauan, karena kondisi saat ini membuat mereka kesusahan transportasi dan mengakses perekonomian.
“Besar harapan kami agar ada dana sharing dari kab/kota supaya lebih banyak yang bisa tercover dan pendataannya tepat sasaran,” kata Anik Maslachah, Minggu (29/3/2020).
Menurut Anik, keputusan itu diambil dalam rapat koordinasi antara pimpinan DPRD Jatim dan Gubernur Jatim yang juga dihadiri Wagub Jatim, Sekdaprov, BPKAD, Bappeprov, dan Biro Hukum di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (28/3/2020) malam.
Untuk melaksanakan program tersebut, lanjut Anik, DPRD Jatim siap memangkas anggaran kunjungan kerja, meeting, dan sosialisasi yang mendatangkan massa sebesar Rp100 miliar. Juga beberapa anggaran lain di eksekutif yang dianggap kurang urgent.
Total sementara anggaran untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp100 miliar yang berasal dana tak terduga dan Rp 260 miliar dari pemangkasan anggaran yang kurang urgent pada APBD 2020. Hal ini dilakukan sesuai dengan Inpres No. 4 Tahun 2020 tentang Refocusing Program, Relokasi Anggaran dan Percepatan Pelaksanaaan Pengadaan Barang dan Jasa.
“Yang pasti kebijakan ini kita ambil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dibbidang ekonomi selama mereka mengikuti intruksi berdiam diri di rumah guna menekan penyebaran Covid-19. Di sisi lain, kami berharap kab/kota di Jatim juga mengalokasikan sebagian anggarannya untuk membantu warganya,” jelas perempuan berjilbab ini.
Seperti diketahui, wabah virus Corona (Covid-19) di Jawa Timur (Jatim) makin mengganas. Setiap hari virus ganas ini menimbulkan banyak korban berjatuhan.
Jika Jumat (27/3/2020) lalu jumlah pasien positif sebanyak 66 orang, kini jumlahnya bertambah menjadi 77 orang, setelah Sabtu (23/3/2020) ada tambahan 11 pasien positif baru.
Hal ini sebagaimana disampaikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan persnya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (28/3/2020) malam .
Jumlah 11 orang positif Covid-19 yang baru tersebut tersebar di tujuh daerah. Yakni, 7 orang dari Surabaya, 1 orang dari Magetan, 1 orang dari Sidoarjo, 1 orang dari Gresik, dan 1 orang lagi dari Kota Kediri.
Selain itu, dari tim tracing mencatat total ada 307 Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 4.568. (pin)
