Ket. Photo: Lampiran photo almarhum Hasan sebagai bukti laporan bahwa orang tua Rosidah sebagai pelapor yang orang tuanya tidak pulang beberapa hari.
Surabaya,wirafokus.com- Penemuan mayat telanjang, menjawab misteri hilangnya Hasan (72th), laki-laki, Islam, alamat Dukuh Bulak Banteng Sekolahan Gg. 1 A No. 46A Surabaya.

Awal kejadian tersebut, bermula dari laporan anak korban yaitu Rosidah, bahwa orang tuanya beberapa hari belum pulang, dan dibikinlah surat laporan hilangnya seseorang yang dilaporkan oleh anak korban (Hasan) pada hari Jum’at (3/1/2020), dan akhirnya Hasan sendiri sebagai orang tua Rosidah (pelapor) yang juga sebagai korban, ditemukan sudah tak bernyawa Sabtu (4/1/2020) di Bandarejo Bulak Banteng Surabaya.
Entah karena apa Hasan sebagai orang tua Rosidah, yang secara tiba-tiba tidak pulang.
Tepat hari Sabtu (4/1/2020), telah diketemukan mayat, lalu masyarakat meneruskan ke Polsek Kenjeran dibawah pimpinan Kompol H. Sucipto S.H. yang diwakili Kanit Reskrimnya Iptu Evan Andias.
Saat didatangi petugas kepolisian Polsek Kenjeran dengan di Olah TKP, maka Iptu Evan Andias selaku Kanit Reskrim Polsek Kenjeran meneruskan kepada Rosidah, yang pernah laporan bebebrapa hari yang lalu, untuk dicek, apakah benar ini orang tuanya.
Ternyata benar, bahwa korban meninggal dunia ditambak yang surut airnya, adalah orang tua dari Rosidah.
Tak lama kemudian, mayat Hasan dibawa ke kamar mayat RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Menurut keterangan dari Kanit Reskrim Polsek Kenjeran Iptu Evan Andias, “bahwa penemuan mayat ini, benar orang tua pelapor atas nama Rosidah, karena dengan ciri-ciri yang sudah disebutkan saat pelaporan, sama dengan yang dilaporkan,” kata Iptu Evan Andrias selaku Kanit Reskrim Polsek Kenjeran kepada awak media, dan membenarkan dengan adanya penemuan mayat atas nama Hasan.
Untuk mayat tersebut masih dalam pemeriksaan pihak rumah sakit serta tim INAFIS Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Polsek Kenjeran untuk perlu pendalaman motif yang menimpa korban Hasan sampai meninggal dunia. (Dwi W).
