― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaReligiKitab Layang Kuno, Koleksi Tertua Yang Dimiliki Museum Mandilaras Pamekasan

Kitab Layang Kuno, Koleksi Tertua Yang Dimiliki Museum Mandilaras Pamekasan

Ket foto: Kitab Layang Kuno merupakan koleksi tertua yang dimiliki Museum Mandilaras Pamekasan

Pamekasan, wirafokus.com – Kabupaten Pamekasan merupakan satu dari empat Kabupaten yang ada di Pulau Madura. Di Pamekasan, tidak hanya memiliki tempat wisata yang indah dan layak dikunjungi oleh masyarakat. Namun juga memiliki destinasi wisata sejarah yang dapat menjadi tempat edukasi bagi khalayak.

Destinasi wisata sejarah tersebut ialah museum, tempat menyimpan pelbagai benda-benda bersejarah tentang Pamekasan tempo dulu. Museum yang ada di Kabupaten Gerbang Salam ini yakni Museum Mandilaras.

Museum Mandilaras tersebut terletak di jantung kota Pamekasan, tepatnya di jalan Cokro Aminoto no. 1 Pamekasan (sebelah Utara Monumen Arek Lancor).

Di Museum tersebut terdapat banyak koleksi diantaranya, keris, foto-foto para pejuang, alat musik tradisional, fosil-fosil, uang kertas jaman dulu, kereta kencana, dan beberapa koleksi lainnya.

Di museum yang diresmikan pada tahun 2010 pada masa kepemimpinan Bupati KH. Kholilurrahman itu memiliki koleksi tertua dari sekian koleksi yang ada di museum tersebut yakni, Layang Kuno atau yang lebih dikenal dengan Kitab layang sejarah Islam.

Menurut Mohammad Maulidi selaku juru pelihara Museum Mandilaras Pamekasan mengatakan, kitab layang kuno merupakan koleksi tertua yang ada di museum tersebut.

“Kitab layang kuno tersebut merupakan kitab yang digunakan Ki Arjo Menak Senoyo dalam melakukan syiar Islam di Perapu (Nama asal Kecamatan Proppo atau Kecamatan Tertua di Kabupaten Pamekasan) dimana pada saat itu penduduk masih menganut agama Hindu,” katanya, (27/11/2019).

Kitab yang terbuat dari daun lontar tersebut ada di museum sejak perintisan museum ini pada tahun 2008.

“Dan menjadi benda tertua yang ada di museum Mandilaras Pamekasan ini,” ucapnya.

Dikatakannya, kitab tersebut juga digunakan sebagai rujukan mamaca tradisional Madura yang merupakan sebuah kegiatan acara tradisional yang saat ini masih dilakukan oleh masyarakat Pamekasan.

“Isi dari kitab layang kuno ini berisi tembang-tembang macapat yang merupakan kesenian asli Madura,” tutur Maulidi.

Sementara Kepala Bidang Kebudayaan, Disparbud Pamekasan, R. Sony Budiharto membenarkan bahwa kitab layang kuno itu merupakan koleksi tertua yang dimiliki oleh Museum Mandilaras Pamekasan.

Dikatakan, kitab layang kuno itu merupakan peninggalan Aryo Menak Senoyo seorang tokoh pendatang.

“Konon menurut riwayat, Aryo Menak Senoyo ini masih keturunan dari kerajaan Palembang. Kemudian beliau masuk ke daerah Proppo dalam rangka melakukan syiar Islam,” katanya.

Kitab Layang Kuno ini, kata Soni, bersi tentang nilai sejarah Islam. Kita ini sering digunakan saat acara seni budaya.

“Kitab yang terbuat dari daun lontar ini menjadi koleksi Museum Mandilaras Pamekasan sejak tahun 2010 sebelum museum ini diresmikan,” ucapnya.

“Saya mendapatkan dari Pak Mat Jasin, juru pelihara beberapa peninggalan Aryo Menak Senoyo yang ada di Dusun Gayam, Desa Proppo, Kecamatan Proppo,” sambung dia.

Ia menambahkan, tulisan yang ada dalam tulisan kitab layang kuno tersebut menggunakan bahasa Jawa kuno dengan tulisan carakan Jawa kuno.

“Tidak banyak orang yang dapat mengartikan tulisan yang ada di kitab ini, hanya orang-orang yang memiliki basic dalam ilmu arkeologi khususnya di bidang naskah,” paparnya.

Ia berharap, keberadaan koleksi-koleksi yang dimiliki museum Mandilaras Pamekasan ini khususnya Kitab layang Kono ini yang merupakan koleksi tertua di museum tersebut dapat dipelihara dengan baik.

Sebab, koleksi yang ada disini merupakan salah satu dari sekian bukti proses peradaban Kabupaten Pamekasan. (haz)