Ket foto : Rony Wijaya (kanan) dan Bayu Wira.
Surabaya, wirafokus.com- Rony Wijaya akhirnya menggantikan Bayu Wira memimpin Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Surabaya periode 2020-2024.
Rony terpilih secara aklamasi dalam Muskot PBSI Kota Surabaya yang digelar di Hotel Gunawangsa MERR, Minggu (17/11/2019).
Sebagai calon tunggal, Rony didukung 11 klub dari 16 klub anggota PBSI Kota Surabaya. Sedang 5 klub lainnya abstain.
Kendati terpilih sebagai ketua umum, tapi Rony baru resmi menjabat mulai Maret 2020. Untuk sementara ketua umum PBSI Kota Surabaya masih dijabat ketua lama, yakni Bayu Wira yang masa jabatannya baru berakhir Maret 2020.
“Sementara saya akan membantu ketua umum lama, dalam hal ini Pak Bayu sampai Maret 2020. Sekalian belajar dan minta bimbingan kepada pengurus lama. Sebab, sebagai orang baru tentunya masih banyak yang belum saya ketahui,” kata Rony Wijaya ketika ditemui di sela-sela Muskot PBSI Kota Surabaya.
Ke depan, lanjut Rony, dia berjanji akan berupaya meningkatkan prestasi bulu tangkis Kota Surabaya.
“Yang sudah bagus akan kita tingkatkan. Sedang yang masih kurang akan kita perbaiki,” janjinya.
Dia juga akan berupaya merangkul semua klub anggota PBSI Kota Surabaya agar kompak dan bersatu, tidak saling depak. Sehingga, ke depan PBSI Kota Surabaya bisa melahirkan atlet yang handal seperti Alan Budikusuma, Trikus, Minarti Timur, dan Sony Dwi Kuncoro.
“Yang jelas target sasaran pertama kita adalah turnamen Wali Kota Cup 2020. Setelah itu, harapan saya, atlet bulutangkis Surabaya harus bisa juara umum di berbagai event kejuaraan,” harap Rony Wijaya.
Untuk mendongkrak prestasi bulutangkis Surabaya, Rony juga meminta agar atlet yang pindah keluar daerah untuk ditarik kembali.
Bayar uang tebusan pun tidak ada masalah. Selain itu, ke depan pihaknya akan memanfaatkan information and technology (IT) dalam mengelola PBSI.
Sedang mengenai adanya klub yang mengeluh belum mendapatkan SK, nantinya diupayakan akan dibuatkan SK. Yang penting klub tersebut punya atlet, bukan klub ‘papan nama’ saja. Artinya, klubnya ada tetapi tidak punya atlet. Pasalnya, sesuai ketentuan, sebuah klub minimal harus mempunyai tujuh atlet dan mengikuti kejurkot.
Selain menetapkan Rony Wijaya sebagai ketua umum, muskot juga menunjuk lima orang sebagai formatur yang bertugas menyusun kepengurusan empat tahun ke depan.
Mereka adalah Rony Wijaya, Bayu Wira, Poli Purnama, Ferry Steward, dan Andi Junaidi.
Pada kesempatan tersebut Rony juga mengucapkan terimakasih pada pengurus klub yang memberi kepercayaan pada dirinya untuk memimpin PBSI Kota Surabaya.
“Ini sebenarnya hari yang istimewa. Karena selain dipercaya memimpin PBSI Kota Surabaya, hari ini saya juga lagi ulang tahun,” aku Rony dengan wajah berseri-seri.
Sayangnya, ketika ditanya ulang tahun ke berapa, Rony tidak bersedia menyebut.
” Anda tebak sendiri, berapa kira-kira usia saya,” kilahnya. (Pin)
