Ket foto : Irwasda Polda Jatim Kombes Sutardjo saat pimpin apel pesukan operasi Zebra Semeru 2019
Surabaya, wirafokus.com – Ditlantas Polda Jatim menggelar apel pasukan operasi Zebra Semeru 2019 dengan sandi “Zebra Semeru 2019” secara serentak di seluruh wilayah hukum polda jatim, operasi yang akan digelar selama 14 hari mulai tanggal 23 September sampai 5 November 2019 ini diikuti oleh 3261 personil dan dibantu dari Dinas Perhubungan (Dishub) dan TNI
Apel pasukan yang digelar di halaman Mapolda Jatim dipimpin langsung oleh Irwasda Polda Jatim Kombes Sutardjo dengan diikuti oleh pejabat Polda Jatim, TNI dan Dinas Perhubungan (Dishub), Rabu, (22/10/19)

foto Irwasda Polda Jatim Kombes Sutardjo menyematkan tanda kepada anggota yang terlibat dalam Operasi Zebra Semeru 2019
Dalam amanatnya Kapolda Jatim yang dibacakan oleh Irwasda Polda Jatim Kombes Sutardjo mengatakan berdasarkan anev Ditlantas polda jatim angka laka lantas di jawa timur masih cukup tinggi dan bahkan cenderung mengalami kenaikan hal ini bisa terlihat pada perbandingan jumlah laka lantas pada tahun 2018 dan 2019 pada periode waktu yang sama (Januari – September) yaitu pada tahun 2018 sebesar 18.649 kasus sedangkan pada tahun 2019 sebesar 19.416 kasus (naik sebesar 4,11 %). Sedangkan data pelanggaran lalu lintas tahun 2019 dibandingkan tahun 2018 pada periode yang sama (Januari s/d. September) mengalami penurunan sebesar 3,67 %, namun demikian apabila dilihat dari jenis pelanggaran yang terbanyak adalah marka jalan/rambu-rambu yang merupakan termasuk salah satu pelanggaran prioritas berpotensi laka. Pada pelaksanaan Ops Zebra Semeru 2018 angka pelanggaran dan laka lantas mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan tahun 2017. dimana untuk pelanggaran lalu lintas turun sebesar -20,70 % dan laka lantas turun sebesar -65.10 96.
Operasi Zebra Semeru 2019 kali ini merupakan salah satu upaya Polda jatim dalam rangka meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas guna mewujudkan Kamseltibcar lantas yang mantap pasca pelantikan Presiden dan Wakil Presiden yang dilaksanakan dalam bentuk Kamseltibcarlantas dengan mengedepankan kegiatan Gakkum lantas secara selektif prioritas guna menciptakan Kamseltibcarlantas yang aman dan nyaman. Pelaksanaan operasi kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana sebelumnya operasi ini dilaksanakan secara terpusat namun pada tahun ini operasi dilaksanakan secara mandiri kewilayahan sehingga baik secara administrasi maupun teknis dilapangan berdasarkan kebijakan Kasatwil yang disesuaikan dengan kerawanan masing-masing.
Pelaksanaaan Operasi Zebta 2019 ini memprioritaskan 8 pelanggaran yakni tidak menggunakan helm standart, pengendara roda 4 yang tidak menggunakan sabuk pengaman (safety belt), melebihi batas kecepatan,pengendara dalam pengaruh alcohol, pengendara yang masih dibawah umur, menggunakan hand phone pada saat mengemudikan kendaraan; melawan arus dan keabsahan surat-surat ranmor dan pengemudi.

foto Irwasda Polda Jatim Kombes Sutardjo bersama Kabid Hunas dan DilantasPolda Jatim saat melihat persiapan anggota lantas yang terlibat dalam Operasi Zebra Semeru 2019
“Kalau pagi pengendara tingkat kesadarannya sudah baik dengan menggunakan helm dengan baik, tapi kalau malam hari tingkat kesadarannya beda karena kecelakaan itu selalu diawali oleh pelanggaran,” kata Dirlantas Polda Jatim, Kombes Budi Indra Dermawan saat jumpa pers usai Apel Gelar Pasukan
Budi juga berharap masyarakat mematuhi rambu lalu lintas dan melengkapi surat kendaraan karena masing-masing satgas akan bertindak sesuai dengan tupoksinya (tugas pokok dan fungsi). (Red/Why)
