Ket. Photo : Wakapolda Jatim Brigjen Pol Toni Harmanto memberikan keterangan kepada Mahasiswa terkait dengan meninggalnya dua Mahasiswa .
Surabaya,wirafokus.com-Sholat Dhuhur dan sholat Ghaib dilakukan oleh ratusan jamaah Selasa (1/10/2019), yang terdiri dari Pejabat Utama Polda Jatim
dan beberapa ormas antara lain Bem Mahasiswa GMNI, HMI, PMII, KAMMI, dan IMM yang tergabung kelompok Cipayung Plus Jawa Timur, dan Aliansi Bem Surabaya.
Sholat Dhuhur dan Sholat Ghoib tersebut, dilaksanakan atas meninggalnya Mahasiswa Halu Oleo Kendari Sulawesi Utara yang bernama Randi dan Muhammad Yusuf saat berunjuk rasa didepan kantor DPRD Sulawesi Utara.

Wakapolda Jatim Brigjen Pol Toni Harmanto menuturkan,” sholat Ghoib ini dimaksudkan sebagai simbol solidaritas atas insiden tewasnya dua mahasiswa yang terjadi beberaoa hari yang lalu,”tutur Brigjen Pol Toni Hermanto Wakapolda Jatim.
Dalam sholat Ghoib tersebut, para jamaah meminta petunjuk agar supaya kasus ini diusut secara tuntas dalam kasus penembakan Mahasiswa Kendari, IMM dan PMII.
“Kami seluruh jajaran Polda Jatim, turut bersimpati, dan inilah salah satu bukti dan bentuk solidaritas kami dan aparat Kepolisian kepada Almarhum Randi dan Almarhum Muhammad Yusuf,” jelas Brigjen Toni Harmanto selaku Wakapolda Jatim kepada media wirafokus.com .

Sholat Ghoib dilaksanakan sesudah sholat Dhuhur dan dipimpin oleh Imam Ustadz Zaini.
Menurut Wakapolda Jatim Brigjen Pol Toni Harmanto, Polri saat ini telah melakukan investigasi atas kasus tersebut dan kami menunggu proses penyidikan lebih lanjut,”pungkas Wakapolda Brigjen Pol Toni Harmanto. (Dwi/KIJ)
