Ket foto : Kantor PT Lelangon yang berada di Jalan Kapas Krampung No 115 Surabaya.
Surabaya, Wirafokus.com. – Bertahun – Tahun PT. Lelangon berhutang pada beberapa Perusahaan, hingga ada salah satu Perusahaan yang merasa kena tipu oleh PUTU W yang juga sebagai Direktur PT. Lelangon.
Korban merasa di janjikan dan di bayar dengan Bilyet Giro Bodong. Beberapa kali Perusahaan yang mencoba menagih ke kantor yang berada di jalan Kapas Krampung 115. Surabaya, di telpon nomer kantor dan hampir puluhan kali di datangi, jawaban dari pembantunya selalu mengatakan bapak keluar kota mas, saat di datangi pihak korban yang kena tipu Giro Bodong.

Foto : Tolakan pertama dari Bank, Bilyet Giro PT Lelangon
Pada bulan juni 2019, pihak korban di janjikan istrinya Putu W, akan segera di bayar dengan Bilyet Giro Bank Bukopin atas nama PT. Lelangon tertanggal 17 Juli 2019 bisa di cairkan. Ternyata dua kali, dan dua bulan lamanya, Selalu di tolak oleh Bank Yang bersangkutan dengan alasan dana di Rekening PT. Lelangon kosong. Sungguh aneh, Perusahaan sebesar itu, tidak mampu bahkan tidak punya dana sama sekali.

Foto : Tolakan ke 2 dari Bank, hingga Si korban merasa tertipu, dengan Bilyet Giro “Bodong” pemberian dari PT Lelangon
Terkait pabriknya terletak di daerah Sukodono Sidoarjo, dan kantor operasional juga merangkap Rumah berada di jalan Kapas Krampung Surabaya.
Hingga saat ini, si korban merasa kena tipu Bilyet Giro Bodong dari PT. Lelangon, hingga saat ini Sang Direktur Putu W. selalu menghindar bagaikan edi tansil yang hilang entah kemana, saat di datangi kantornya.

Foto : Salah satu staf karyawan perusahaan yang korban Giro Bodong dari PT Lelangon yang tidak dibukakan pintu gerbangnya.
Pihak Yang di rugikan dan merasa di tipu dengan Bilyet Giro “Bodong” akan segera melaporkan ke pihak Kepolisian dengan laporan “Penipuan” ungkap si korban pada media ini. ( Kij)
