― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaOlahragaJuara Umum Porprov Jatim VI 2019, Reward Atlet Surabaya Naik

Juara Umum Porprov Jatim VI 2019, Reward Atlet Surabaya Naik

Ket foto : Ketua Umum KONI Surabaya (dua dari kiri) mengangkat piala juara umum Porprov Jatim VI 2019 diapit Gubenur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Menpora RI Imam Nahrawi.

Surabaya, wirafokus.com – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VI 2019 telah berakhir dan ditutup oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Imam Nahrawi di Stadion Bumi Wali, Tuban, Sabtu (13/07/2019) malam. Acara penutupan yang berlangsung meriah ini juga dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Kota Surabaya untuk keenam kalinya berjaya menjadi juara umum diajang Porprov ini setelah berhasil merebut 113 medali emas, 89 perak dan 79 medali perunggu.

Atas torehan prestasi tersebut Pemerintah Kota Surabaya menyambut gembira. Bahkan, pemkot melalui Dispora Kota Surabaya telah menyatakan akan segera memberikan reward kepada para atlet dan pelatih untuk cabang olahraga (cabor) peraih medali.

Bagi peraih medali emas akan mendapat reward Rp 30 juta, perak 15 juta, dan perunggu 7,5 juta. Reward ini lebih besar dibandingkan reward yang dikucurkan Pemkot Surabaya pada Porprov Jatim V di Banyuwangi. Saat itu peraih medali emas mendapat 20 juta, perak 10 juta, dan perunggu 5 juta.

“Besarnya reward untuk Porprov Jatim VI tersebut sudah disampaikan saat kami melakukan pertemuan dengan Dispora belum lama ini,” kata Ketua Umum KONI Kota Surabaya Hoslih Abdullah.

Meskipun sudah disampaikan oleh Dispora, menurut pria yang akrab dipanggil Cak Dullah ini, pencairan reward masih belum bisa dilakukan. Sebab, pihaknya masih menunggu SK penetapan tentang rekapatulasi perolehan medali dari KONI Jatim.

“KONI Kota Surabaya sudah berkirim surat ke KONI Jatim agar segera mengeluarkan SK tersebut,” terang Cak Dullah.

Untuk itu, dia meminta agar para atlet dan pelatih yang memperoleh reward bersabar. Apalagi, setelah SK tersebut keluar pihaknya masih harus menghadap lagi ke Dispora untuk persiapan pencairannya yang akan ditransfer ke rekening masing-masing atlet dan pelatih.

“Mudah-mudahan saja SK KONI Jatim segera keluar, sehingga reward bisa segera dicairkan,” harap pria berkumis tebal ini.

Tak lupa, Cak Dullah juga menyampaikan terimakasih kepada Pemkot Surabaya, dalam hal ini Wali Kota Tri Rismaharini yang menyambut kontingen Surabaya yang berlaga pada Porprov Jatim VI 2019 dalam acara welcome dinner di halaman Balai Kota, Minggu (21/07/2019) malam.

Wali kota juga mengundang para delegasi Surabaya Cross Culture International Folk Art Festival (SCCIFAF) 2019 yang pagi harinya mengikuti rangkaian acara parade lintas budaya 2019 di sepanjang jalan Tunjungan dan finish di rumah dinas wali kota.

Dalam sambutannya, Risma berpesan kepada para atlet agar tetap rendah hati dan tidak sombong karena masih banyak event-event lebih besar yang akan dihadapi, seperti Pekan Olahraga Nasional 2020 di Papua dan event lainnya.

“Ingatlah anak-anakku, di atas langit masih ada langit. Pakailah ilmu padi yang semakin berisi makin menunduk,” pesan Tri Rismaharini.

Foto : Kemeriahan menyambut kedatangan tim kita Surabaya yang berlaga di Porprov VI Jatim 2019 di Balai Kota

Sementara itu, Cak Dullah menambahkan, pihaknya berharap agar ke depan pemkot lebih memperhatikan dan meningkatkan pembinaan atlet, sehingga persiapan porprov ke depan lebih bagus lagi.

Misalnya dengan menggelar puslatcab lebih dini dan tepat waktu. Apalagi porprov telah diputuskan akan digelar dua tahun sekali. Cak Dullah juga memandang perlu adanya sarana dan prasarana latihan bersama untuk seluruh cabang olahraga (cabor) beladiri.

Sedang Gelora Pancasila. yang selama ini dikelola Dispora, diharapkan bisa digunakan untuk latihan bola voli, basket, dan cabor lainnya.

“Intinya, saya bergarap semoga ke depan Pemkot Surabaya bisa memberikan lebih dari yang telah diberikan saat ini. Tidak hanya sarana dan prasarana, tapi juga reward dan pendanaan untuk mendukung pola pembinaan yang sudah ada,” tandas Hoslih Abdullah.(Pin)