― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaNasionalDriver Online Se - Jawa Timur, Tergabung Dalam FRONTAL Gruduk Kantor Grab...

Driver Online Se – Jawa Timur, Tergabung Dalam FRONTAL Gruduk Kantor Grab Dan Gojek

Insert foto: Tampak sejumlah orator korlap aksi demo dan Humas FRONTAL diantaranya David Walalangi, dan Arif Kurniawan, sedang membacakan 7 tuntutan terhadap aplikator nakal di depan kantor Grab Jl. Klampis Jaya 8H, Klampis Ngasem, Sukolilo, Surabaya. 

Surabaya.Wirafokus.com – Aksi massa Driver Online se – Jawa Timur yang tergabung dalam FRONTAL (Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal) Mereka mengawali aksi dengan melakukan konvoi kendaraan roda empat dan roda dua, yang dimulai dari titik kumpul di Tugu Pahlawan, Surabaya, sekira pukul 07.00 WIB. Aksi ini diikuti sekitar 3.000 massa lebih dari berbagai kota/kabupaten di Jatim. Selasa (19/3/19)

Foto: ribuan massa aksi demo long march menuju ke kantor grab.

Adapun rute yang akan dilewati adalah Jl. Pahlawan -Jl. Genteng Kali – Ngemplak – Walikota Mustajab – Balai Kota – Grand City –  Prof dr. Mustopo – Dharma Husada – Kertajaya – Kantor Grab – Raya Kertajaya Indah – Manyar Kertoarjo – Kertajaya – Pucang Anom Timur – Ngagel Jaya Selatan – Ngagel – Kantor Gojek, aksi massa Driver online ini menghijaukan kota Surabaya.

Setelah dari Grahadi massa melanjutkan aksi demo di kantor grab, sekitar pukul 10.21 WIB massa aksi sudah menduduki kantor grab yang berada Jl. Klampis Jaya 8H, Klampis Ngasem, Sukolilo, Surabaya, mereka berorasi dan menyampaikan 7 tuntutan tiga diantaranya, Kenaikan Tarif dan Perbaikan Insentif serta STOP Perekrutan Driver Baru.

Foto: pemasangan tenda simbolis yang dilakukan massa aksi didepan kantor grab.

Kemudian ditengah penjagaan aparat kepolisian yang sangat ketat massa aksi memasang Tenda sebagai simbolis bahwa kantor Grab telah mereka duduki, aspirasi mereka dan tuntutan mereka harus dipenuhi, dengan menugaskan kurang lebih 50 driver online untuk menjaga tenda.

Selanjutnya massa aksi driver online dengan mobil komando bergeser ke kantor gojek Jalan Ngagel No.75, Ngagel, Wonokromo, Surabaya, untuk melanjutkan tuntutan yang sama terhadap aplikator nakal tersebut, setelah berkumpul di depan Kantor Gojek, ribuan driver online akhirnya melakukan orasinya dengan mengutarakan tuntutannya, aksi ini diikuti dengan aksi pembakaran keranda yang sudah mereka bawa.

Foto: pembakaran keranda mayat di depan kantor gojek sebagai bukti matinya keadilan.

Pembakaran keranda mayat itu berlangsung sekitar satu jam. Massa yang awalnya bergerombol, kemudian dari kejauhan memanggul keranda yang sudah dibalut dengan kain berwarna putih. Keranda tersebut kemudian diletakkan di tengah jalan dan dibakar, saat sejumlah driver ojek online mamanggul keranda, ribuan driver ojek lainnya mengiringinya dengan bersalawat, petugas kepolisian yang berada di lokasi sempat menghentikan aksi membakar keranda itu. Sebab lokasi pembakaran berdekatan dengan truk para demonstran.

Foto: polisi berusaha mematikan kobaran api bekas pembakaran replika keranda mayat.

Namun, teriakan polisi itu tidak dihiraukan oleh massa aksi. Mereka tetap membakar, bahkan ditambah pembakaran dua buah ban yang juga sudah mereka siapkan. Api langsung berkobar tinggi, sebab angin di lokasi cukup kencang, tidak lama kemudian, polisi akhirnya memadamkan keranda tersebut untuk mencegah api menjalar ke motor ataupun truk yang ada di sekitarnya.

Dalam kesempatan itu, David Walalangi Humas FRONTAL menjelaskan,” dalam aksi ini ada 7 tuntutan yang disampaikan kepada pemerintah dan aplikator. Di antaranya, terkait tarif dan insentif, stop perekrutan driver baru, open dan transparansi suspend, kebebasan memilih vendor atau individu, perbaikan sistem managemen aplikator, transparansi perjanjian kemitraan, dan penghapusan order prioritas, serta meminta kepada intansi terkait seperti Gubernur, KPPU, Men Kominfo, serta Dishub untuk menjadi saksi dalam tim negosiator, sehingga penipuan yang di lakukan pihak aplikator tidak akan terjadi lagi,” pungkasnya. (Bledex)

Keterangan ketua humas FRONTAL David Walalangi   :