Ahli Waris Tanah Gogol Krian, Tagih Janji Lurah Suparlan Terkait Hak Tanahnya

116

Insert foto: Lurah Krian, Suparlan SH, (tengah), saat ditemui perwakilan ahli waris beserta awak media diluar ruangan.

Sidoarjo.Wirafokus.com – setelah kejadian aksi Gruduk lurah krian minggu kemarin, ahli waris tanah gogol kembali mendatangi Kelurahan Krian, dengan berbekal data serta arsip lama tanah gogol yang mereka pegang, untuk meminta pernyataan serta tanda tangan pengesahan dari Suparlan SH, selaku Lurah Krian. Senin (28/01/19)

Sedikitnya 15 perwakilan ahli waris diterima baik oleh Suparlan SH, selaku Lurah Krian, dan mempersilahkan untuk masuk keruangannya, dengan tujuan awal, pihak ahli waris meminta pernyataan dan tanda tangan dari lurah Suparlan SH, dan Mustofa, bahwa tanah lapangan gogol Gresikan murni milik mereka (65 petani gogol) bukan milik kelurahan atau pemerintah.

Dikarnakan, waktu tangal 01 November tahun 2017 lurah Krian Suparlan SH, serta Mustofa (LPMK) ikut menandatangani berita acara tentang tukar guling tanah gogol Desa Ngingas Kecamatan Krian yang Fiktif, serta memberikan statemen atau pernyataan diberita acara poin.6 bahwa setelah proyek pembangunan IPAL selesai tanah lapangan Gresikan akan di legalkan dan menjadi milik kelurahan.

Foto: Mbah Singo (pakai jaket berkacamata) bersama ahli waris lainya, saat mau menemui lurah Krian.

Sesuai pernyataan lurah Krian minggu kemarin, senin 21/01/19 dihadapan perwakilan ahli waris diruangan rapat Suparlan mengatakan.”Mengenai pembangunan IPAL dan pernyataan tukar guling tanah yang tidak sesuai dengan kondisi lapangan dinyatakan ” dicabut ” saya batalkan cacat demi hukum dan hangus,” Ucapnya.

Berdasarkan pernyataan lurah didepan perwakilan ahli waris yang cuma secara lisan, pihak ahli waris meminta pihak kelurahan, Suparlan dan Mustofa, untuk membuat surat pernyataan secara tertulis, dan menandatangani surat pernyataan hak kepemilikan tanah ahli waris gogol.

Dalam pertemuan tersebut pihak ahli waris, meminta kepada lurah Suparlan untuk menghadirkan Mustofa saksi kunci tanda tangan fiktif, namun gagal tidak hadir. dan pertemuan di tunda untuk pertemuan selanjutnya.

” Pertemuan ini kita tunda tiga hari lagi, kalau tidak hari rabu ya hari kamis atau jum’at, karna hari selasa besok masih banyak pelayanan dan juga berbarengan dengan kegiatan hari jadi kota Sidoarjo.” Ucap lurah Krian Suparlan SH.

Pihak ahli waris sendiri merasa, kalau dari pihak kelurahan terlalu bertele-tele dan lamban dalam menangani masalah ini, atau memang dibuat begini, atau memang ada propaganda lagi yang nantinya akan memburamkan masalah ini.

Dalam kesempatan itu perwakilan ahli waris saat ditemui tim media Wirafokus, mengungkapkan.” permasalahan ini harus cepat selesai, dan kami sudah punya bukti arsip serta datanya, kami pihak ahli waris memberikan waktu jatuh tempo hari jumat harus selesai, kalau tidak selesai, kasus ini langsung kami bawa ke jalur hukum, dan kami laporkan ke Polda Jatim bersama kuasa hukum kami, atas tuduhan pemalsuan data serta penyerobotan tanah.” Ungkap Mbah singo saksi kunci ahli waris tanah gogol. (Tim/bersambung)