Insert foto: Dari kanan Kepala puskesmas panji Bagus Sulaksono,S.Kep,.M.Si beesama stafnya.
Situbondo.Wirafokus.com – Setiap tanggal 22 Desember, di Indonesia secara rutin diperingati sebagai Hari Ibu. Sejarah peringatan Hari Ibu di tanah air merujuk pada penyelenggaraan Kongres Perempuan Indonesia pertama.tanggal 22 Desember 1928. Tak hanya Indonesia, di berbagai negara lain juga punya sejarah dan tradisi untuk memperingati Hari Ibu.
Saking Mulianya seorang wanita atau ibu di seluruh dunia memperingati hari ibu. Sabtu tanggal 22 Desember 2018 Puskesmas Panji ikut peranan serta memperingati hari ibu yang ke 90. Segenap karyawan Puskesmas Panji menggunakan pakaian seorang ibu sebagai bentuk menghormati dan menjunjung tinggi derajat seorang ibu

Foto: Drg wulan sedang memeriksa pasiennya menggunakan pakaian ibu
Sebab darah daging kita yang mengalir dalam tubuh kita itu dari air susu ibu serta jiwa raga sebagai bentuk dari kasih sayang dari ibu dialah satu-satunya manusia yang menyayangi kita tiada batasnya dan apabila kalian cinta dan patuh pada rajamu lebih patuhlah pada Ibumu sebab ridho dan murka nya sang ibu selalu dikabulkan oleh Tuhan
Kepla puskesmas paji Bagus sulaksono,S.Kep.M.Si mengatakan ” Peringatan Hari Ibu di Indonesia mulai diterapkan sejak 1953 setelah diresmikan oleh Presiden Sukarno. Setiap menjelang atau saat peringatan Hari Ibu tiba, rakyat Indonesia punya banyak cara untuk merayakannya.

Foto: Segenap staf dan karyawan puskesmas panji berpakaian adat ibu
Sebagai contoh di lingkup puskesmas Dokter,bidan, perawat dan jajaran puskesmas panji kaum wanitanya . Ibu adalah kepanjangan dari ikhlas, dalam perjuangan mendidik buah hatinya cintanya bahagia ketika melihat menatap kesuksesan anak-anaknya dan usaha tanpa akhir. dan lelah untuk sebuah cita-cita Mulia jika anak-anakmu .jika anak anakmu semuanya perempuan maka engkau Tengah mempersiapkan seorang ibu, jika engkau pria dan kini sedang mencari wanita yang siap diperistri Maka sebenarnya engkau sedang mempersiapkan sekolah pertama untuk putra putrimu kelak .
(A590/ H.5)
