― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaPeristiwaJembatan Yang Merupakan Akses Utama Warga Ambruk Akibat Banjir

Jembatan Yang Merupakan Akses Utama Warga Ambruk Akibat Banjir

Insert foto : Kondisi jembatan yang abruk akibat diterjang banjir masih dipergunakan warga untuk akse utama

Bojonegoro, wirafokus.co –
Akibat hujan lebat dan banjir sehingga menimbulkan luapan sungai Krikil yang melintasi Desa Bareng dan Jelu, Ngasem, Bojonegoro menjadi terhenti.

Jembatan bambu yang merupakan akses utama bagi ke 2 Desa ambruk dan tidak bisa dilalui sehingga memutus akses warga akibat diterjang banjir bandang

Sedikitnya 50 keluarga dari Dusun Jepon, Desa Bareng dan Dusun Jeruk Pecel, Desa Jelu, Kecamatan Ngasem merasakan sulit beraktivitas karena jembatan bambu yang selama ini menjadi akses utama bagi mereka ambruk

Jembatan yang ambruk panjangnya sekitar 25 meter dengan lebar 2 meter serta tinggi jembatan dari dasar sungai mencapai 8 meter ini terbuat dari tiang penyangga dari cor beton, kayu dan lantai jembatan terbuat dari anyaman bambu. Tak ada akses lain kecuali jembatan ini untuk dua desa tersebut.

“Jembatan ini memang akses utama, kalau sudah ambruk ya mungkin nanti warga akan lewat naik turun sungai, kata Hadi, warga setempat , Minggu (16/12/18).

Hadi berharap jembatan yang ambruk segera diperbaiki.
.
Meski jembatan telah rusak dan ambruk, beberapa warga juga masih terlihat nekat melintasi jembatan. Selain untuk mengevakuasi kendaraan roda dua, warga terpaksa melintas untuk berkativitas karena sungai masih deras airnya dan mereka tidak tidak ingin terisolir nantinya.

Foto : Petugas dari Polsek Ngasem turut membantu warga yang masih melewati jembatan

Untuk mengantisipasi adanya korban, petugas dari Polsek Ngasem turut mengevakuasi motor warga.

Namun karena khawatir jembatan tambah rusak dan memakan korban kini evakuasi dihentikan. Polisi akhirnya memasang garis pengaman agar jembatan tidak dilintasi masyarakat.

“Lebih baik kita pasang garis pengaman, karena tadi sempat dilalui warga sudah membahayakan jembatan ambruk ini,” kata Kanit Sabhara Polsek Ngasem Iptu Eko.(Kij/*)