― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaPembangunanRibuan Warga Mayangan Bakal Nikmati Jargas Bumi

Ribuan Warga Mayangan Bakal Nikmati Jargas Bumi

Insert foto : Walikota Rukmini saat menerima kunjungan Dirjen Migas Kementerian ESDM di kota Probolinggo

Probolinggo, wirafokus.com – Sebanyak 5.025 rumah warga di Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, bakal menikmati jaringan gas (jargas) bumi. Ditargetkan, pada Desember mendatang semua instalasi akan teraliri gas ke rumah-rumah warga.
Mulai beberapa pekan lalu, sekitar 500-700 rumah sudah menikmati jargas untuk kebutuhan sehari-hari.

Rabu siang (31/10), Dirjen Migas Kementerian ESDM Joko Siswanto melakukan kunjungan kerja (kunker) dalam pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga di Kota Probolinggo dan Pasuruan, Rabu siang (31/10).

Selain itu nampak hadir Direktur Pembangunan Infrastruktur Migas Alimuddin Baso; Dirut PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Gigih Prakoso; Direktur Pemasaran Retail Pertamina Masud Khami; Dirut Pertamina Mor V Ibnu Chaldun; Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam; Wali Kota Probolinggo Rukmini dan Plt Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo.

Kunjungan itu diawali di MRS (Meter Regulating Station) yang terletak di lingkungan kantor Kelurahan Jati, di Jalan Hayam Wuruk. PPK Jargas Paket IV dan V Dirjen Migas Kementerian ESDM Agung Kuswandono memaparkan, pembangunan jargas di Kota Probolinggo jadi satu dengan Kota Pasuruan. Jika Kota Probolinggo mendapat 5.025 titik, Kota Pasuruan dapat jauh lebih banyak yaitu 6.312 titik. Nilai kontrak pembangunan sekitar Rp 97 M.

Pengerjaan ini dilakukan KSO PT Pratiwi Putri Sulung – PT Dhamma Sumber Pundi Artha, yang dimulai pada April 2018 – 26 Desember 2018 mendatang.

“Namun secara fisik kami memastikan akan selesai pada 15 November 2018. Sisa waktu yang ada kami gunakan untuk administrasi dan merapikan pembangunan yan belum rapi,” papar Agung.

“Kami akan bekerja sama dengan para lurah, Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan dinas-dinas terkait untuk mengkoordinasikan mana-mana saja yang belum kami rapikan. Setelah 26 Desember nanti, ada masa pemeliharan, jika ada keluhan masih bisa kami tindaklanjuti dengan kontraktor,” imbuh Agung, yang menegaskan masa pemeliharan berlangsung selama setahun.

Diketahui,ada empat kelurahan di Kecamatan Mayangan yang akan dialiri jargas. Yakni Kelurahan Mayangan 1011 KK; Jati 618 KK; Mangunharjo 2848 KK dan Wiroborang 548 KK.

Penetapan jumlah ini sesuai kajian yang dilakukan oleh Dirjen Migas pada tahun 2017 lalu. Pembangunan jargas ini dibagi dalam 8 sektor. Satu sektor diantaranya yaitu sektor 2 yang kini sedang dilakukan konvensi kompor (mulai teraliri jargas).
Lebih Safety, Warga Antusias

Pada kesempatan itu, rombongan juga berkunjung ke salah satu rumah warga yang sudah memanfaatkan jargas. Yakni, rumah Rukmina, di Jalan Hayam Wuruk Gang Buntu RT 4 RW 7, Kelurahan Jati.

Sejumlah warga sekitar pun mengaku senang dengan adanya jargas yang mengaliri rumah mereka. “Sekarang tinggal nyetek (menyalakan kompor), kalau dulu kan harus beli dulu, angkat-angkat elpiji,” ujar Nur Fadila
I
nfo yang didapat Nur Fadila, pemanfaatan jargas juga dinilai lebih hemat. “Katanya pakai ini (jargas) lebih murah. Sebulan itu, saya habis 4 elpiji 3 kg. Sekarang, belum tahu habis berapa karena katanya belum ada tagihannya,” imbuh Nur Fadila, warga setempat.

Cerita yang hampir sama dialami Endang. Awalnya ia mengaku agak risih dan kurang nyaman dengan pembangunan jargas di rumahnya. Sebab, terlihat kotor dan merusak dinding rumah.

Tapi kerisihan itu pun terbayar. Kini, Endang justru merasa beruntung mendapat jargas untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

Endang menilai memakai jargas lebih cepat matang ketimbang elpiji. “Saya masak air di panci besar biasanya setengah jam. Sejak pakai gas ini saya masak air di panci yang sama cuma 15 menitan sudah matang,” ungkapnya.

Endang dan sejumlah masyarakat berharap tarif yang ditetapkan nantinya sangat terjangkau dan lebih murah dari elpiji yang biasa mereka gunakan. (Soni)