― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaPembangunanPembangunan Proyek Jembatan Desa Megale Tidak Ada Jalan Darurat Untuk Pengendara Roda...

Pembangunan Proyek Jembatan Desa Megale Tidak Ada Jalan Darurat Untuk Pengendara Roda Empat

Insert foto : Alat Berat dan para pekerja proyek pembangunan jembatan

Bojonegoro. wirafokus.com – Banyaknya keluhan dari masyarakat dan juga dari para pengemudi roda empat kepada ormas Pemuda Pancasila (PP) PAC Kedungadem terkait pembangunan jembatan dijalan poros yang menghubungkan kecamatan sumberejo dan kecamatan kedungadem.

“Pembangunan proyek yang terletak di desa Megale, Dusun Megale, RT: 09/05 Kecamatan Kedungadem, proyek ini sangat meresahkan masyarakat dan pengendara roda empat dikarenakan tidak adanya jalan darurat untuk roda empat. makanya banyak pengendara roda empat yang harus putar balik walaupun sangat jauh jarak yang harus ditempuh” ujar, Ahcmad Fauzi. salah satu anggota Pemuda Pancasila PAC Kedungadem, Senin (12/11/18)

Seperti diketahui proyek pembangunan jembatan ini sendiri sudah mulai sejak Rabu, (07/11/18) dan dikerjakan oleh DPU, BINA MARGA dengan biaya sebesar Rp 196.575.000,dengan jangka waktu pengerjaan 45 (empat puluh lima) hari kalender. dengan anggaran dana yang bersumber dari APBD tahun 2018. dengan nomor SPK:630/12PF/SPK.PJBT/PL/412.203/2018. dengan pelaksana. CV. WANGSITIO KARYA CONSULTANT. dan konsultant pengawas dari, CV. SUMBER LABA.

“Kami sudah mengingatkan, jika mau membongkar jembatan tersebut harus dibuat dulu jembatan daruratnya, namun tidak diindahkan oleh pihak pelaksana, bahkan ijin pemberitahuan kedesa saja tidak ada,” kata Abdul Khanan yang juga sebagai Kepala Desa

“Jika sampai malam ini jembatan tersebut belum bisa dilewati oleh pengguna jalan, maka malam ini pula akan kami lakukan blokade dengan batu urug (pedel),” ancam Kepala Desa saat ditemui si kediamannya.(WSB)