― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaReligiLa Nyalla Ziarah ke Makam (Mbah Rojo) KARAENG GALESONG Pejuang Asal SULSEL...

La Nyalla Ziarah ke Makam (Mbah Rojo) KARAENG GALESONG Pejuang Asal SULSEL di BATU Malang

Insert foto : Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur La Nyalla M. Mattalitti saat berziarah ke KARAENG GALESONG

Malang, wirafokus.com – Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur La Nyalla M. Mattalitti berziarah ke Makam Astana Karaeng Galesong yang terletak di Kecamatan Ngantang, sebuah daerah di kabupaten Malang, tidak jauh dari kota Batu yang menjadi peristirahatan terakhir sang Karaeng Galesong, seorang pejuang dari makasar.

Saya berziarah ke Makam Astana Karaeng Galesong karena keluarga saya asli Bugis Bapak saya Bugis Ibu saya Bugis kakek saya itu Aji Mattalitti Haji Abdul Karim Haji Yahya yang merupakan seorang pedagang yang menggunakan kapal laut hingga ke pulau jawa sampai di Surabaya hingga saya (La Nyalla /red) dibesarkan.

La Nyalla yang di lahirkan di Jakarta dan orang tuanya seorang Dosen dan juga masih kuliah di Surabaya pada Tahun 1964, saya kecil mengenyam pendidikan di Surabaya sampai sekarang masih ada di Jawa Timur.

Saya juga sempat sekolah di Universitas Brawijaya Fakultas Teknik saya masuk tahun 77 saya diwisuda tahun 84 Saya pindah ke Surabaya akhirnya karena memang keluarga pedagang akhirnya kita jadi pengusaha sampai sekarang sambil berusaha sambil mengabdi kepada bangsa dan negara, saya memegang organisasi Pemuda Pancasila

Pemuda Pancasila ini adalah salah satu organisasi kemasyarakatan yang bergerak untuk membina masyarakat dan mungkin kalau dulu kedengarannya sangar sebagai preman itu enggak betul saya memegang Pemuda Pancasila di Jawa Timur ini 30 tahun Alhamdulillah kalau di Jawa Timur Insya Allah justru Pemuda Pancasila ini yang membuat preman preman itu yang jadi sadar diri kita bina.

Nilai-nilai budaya bangsa di tengah arus globalisasi di era pos modern harus kita apresiasi tidak hanya pada tatanan wacana tetapi juga diapresiasi dalam kehidupan sehari-hari keberagaman yang sejatinya satu sebagaimana dari Bhineka Tunggal Ika merupakan cerminan wajah warga bangsa Indonesia yang senantiasa saling mengasihi dan mencintai bangsa ini adalah bangsa yang masyarakatnya selalu bersatu berkolaborasi semangat gotong royong inilah yang seharusnya kembali kita kumandangkan sebagai bentuk wajah budaya dalam mewujudkan Toto Tentrem gemah ripah loh jinawi hari ini kita berkumpul di sebuah Kecamatan yang bernama Ngantang tempat bersemayamnya karaeng Galesong yang oleh masyarakat di sini lebih akrab dengan sebutan Mbak Raja karaeng Galesong yang bernama lengkap Immanuel Hito Cengkareng Galesong lahir di Bonto majannang sinoa Bantaeng Sulawesi Selatan 29 Maret 1655 beliau meninggal di Ngantang Malang Jawa Timur 21 November 1679 pada umur 24 tahun karena Galesong adalah putra Sultan Hasanuddin Raja Gowa yang membantu perjuangan Pangeran Trunojoyo dan Sultan Ageng Tirtayasa melawan penjajah kompeni Belanda Pangeran Trunojoyo menikahkan putrinya suratna dengan Karang Galesong pernikahan ini berlangsung pada Desember 1675 datang ke Jawa Timur tidak sendiri tapi membawa pasukannya yang Jumlahnya ribuan Kalau nggak salah 10 ribuan dalam Armada perahu Pinisi yang jumlahnya ratusan sejarah diaspora kekerabatan antara rakyat Madura Jawa Timur dan Makassar Sulawesi Selatan tercatat dalam Babad Tanah Jawi.

Kalau Bu Khofifah sudah dilantik jadi gubernur saya akan bahwa beliau kemari supaya mengetahui tempat ini karena suami lebih diperhatikan menjadi pusat wisata spiritual oleh masyarakat Jawa terutama dari masyarakat dari Ujung Pandang dan kebetulan suaminya Ibu Khofifah Ini juga masih warga Makassar masih keluarga saya juga dan insya Allah bisa datang ke sini.

Mudah-mudahan juga di desa Ngantang ini akan menjadi lebih maju lagi dengan adanya pusat wisata ritual diri dan Saya berharap gagasan yang disampaikan ini mampu menjadi landasan spirit yang kokoh dalam membangun bangsa khususnya di wilayah Jawa Timur yang kita cintai bersama saya melihat bahwa banyaknya persoalan kebangsaan ini dapat terselesaikan melalui pendekatan strategi budayaan

Semoga apa yang disampaikan ini bisa menjadi tawaran gagasan yang bisa kita kaji bersama Demi kemajuan dan kejayaan Jawa Timur dan Indonesia saya masa itu yang perlu saya sampaikan kepada bapak-bapak dan ibu-ibu saya ucapkan alhamdulillah.

Terima kasih pertama kali saya di sini biasanya hanya lewat lewat tapi sekarang saya bersyukur saya menambah saudara baru yang ada di desa Ngantang ini (Kij/*)