― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaPeristiwaWarga Ambeng Ambeng Ngingas Waru Berduka, Korban Lion Air JT - 610

Warga Ambeng Ambeng Ngingas Waru Berduka, Korban Lion Air JT – 610

Insert Foto: Rumah Alm H. Moejiono di Dusun Ambeng2 RT. 09 RW. 03 Ngingas Kec. Waru Kab.Sidoarjo.

Sidoarjo. Wirafokus.com – keluarga korban penumpang pesawat Lion Air JT-610 Alm H. Moejiono (59) sedang berduka tampak kesedihan menyelimuti keluarga korban, penumpang Lion Air JT-610 yang bertempat tinggal di Dusun Ambeng – Ambeng RT. 09 RW. 03 Desa Ngingas Kec. Waru Kab. Sidoarjo. Selasa (30/10/18)

Jatuhnya pesawat rute Jakarta – pangkal pinang uasai terbang landas kurang lebih sekitar 20 menit, jatuh di area perairan laut Karawang Kab.Jawa Barat, membuat keluarga almarhum berduka dan bersedih, meski besar cobaan yang mereka terima, tetapi keluarga korban mengaku ikhlas dan pasrah.

Foto : Alm H. Moejiono semasa hidupnya.

H. Moejiono meninggalkan 3.orang anak, satu laki-laki dan dua perempuan, ini merupakan salah satu pegawai PT Asuransi Harta Aman Pratama, beliau di dinas tugaskan di daerah Jakarta, tujuan ke pangkal pinang Almarhum mengemban tugas kerjanya sebagai tim audit investigasi.

Dalam suasana yang penuh duka putri almarhum menuturkan. ” Bapak ke Pangkalpinang berangkat hari Senin (29/10/2018) kemarin dalam rangka tugas akan melakukan tugas dari kantor pusat Jakarta,” Tutur Putri (19) anak ketiga korban.

Putri menceritakan, seperti biasanya, almarhum  saat akan berangkat selalu menghubungi keluarga melalui ponsel. Bahkan saat masih di bandara selalu melakukan video call.
Begitu juga saat turun dari pesawat tempat tujuan penerbangan, juga selalu mengabari seperti saat berangkat. Yakni melakukan video call.

“Namun saat itu bapak tidak menghubungi saat turum pesawat. Keluarha mengira, bapak masih mencari sarapan,” terang Putri.

Putri mengaku bapaknya kembali berangkat kerja ke Jakarta pada hari Selasa (24/10/2018) yang lalu. Saat itu Ibu Mardiem Nurrahma (59), sedang terbaring sakit tifus di RSI Jemursari Surabaya. “Sebelum berangkat, bapak juga memberi semangat buat ibu agar cepat sembuh,” imbuhnya.

Kepergian Moejiono untuk selamanya juga tidak meninggalkan firasat apapun bagi keluarga. Bapak saat berangkat juga tidak ada perilaku yang aneh. Moejiono terlihat biasa-biasa saja. “Tidak firasat apapun kepada keluarga kami,” tutur Mahasiswi Unair Surabaya tersebut.

Disela-sela banyak tamu yang takziah salah satu tetangga korban, Wahyudin (45) mengaku, selama ini almarhum dikenal baik dan supel. Saat pulang kerja di desanya ambeng – ambeng dia suka berkumpul dengan tetangga dan rutin sering jalan pagi di perumahan Grend deltasari wedoro.” Ujar Wahyudin yang juga sebagai seorang satpam di perumahan itu. ” Senin (29/10/2018) malam, banyak tamu datang ke rumah duka. Termasuk warga sekitar juga kirim doa dengan membacakan surat Yasin.” pungkasnya.   (maksum)