Hari Ini, Cawapres Sandiaga Uno Mulai Roadshow ke Jawa Timur
Surabaya, wirafokus.com – Cawapres Sandiaga Shalahudin Uno, akan memulai roadshow ke Jawa Timur selama empat hari mulai Kamis, (27/9/18) sampai Minggu (30/09/18), menjelajahi Surabaya, Probolinggo, dan empat wilayah eks karesidenan Kediri, Madiun, Bojonegoro, dan Madura.
Selama roadshow Sandi didampingi Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan.

Sebelumnya, Sandi dan Zulkifli sudah melakukan roadshow ke Jawa Tengah mulai dari Semarang, Purwokerto, Tegal, dan Pekalongan.
Wakil Direktur Komunikasi dan Media Prabowo-Sandi, Dhimam Abror Djuraid mengatakan, selama roadshow di Jatim Sandi akan fokus untuk bertemu dan berdiskusi dengan kalangan kampus dan mahasiswa.
Kamis pagi ini (27/09/18) Sandi akan memberi ceramah di UINSA dan berdialog dengan mahasiswa.
Dari UINSA Sandi akan melanjutkan acara ke Unesa lalu dilanjut ke Unmuh Surabaya dan Unmuh Sidoarjo.
“Sandi akan lebih banyak berdiskusi dan berdialog
mengenai ekonomi dan entrepreneurship, ” kata Abror.
Selain berdialog dengan kalangan mahasiswa,
Sandi juga akan menemui blusukan ke pasar-pasar
tradisional dan berdialog dengan pedagang kecil untuk mencari tahu kondisi ekonomi rakyat bawah.
Selain itu tak lupa Sandi akan menemui konstituen
utamanya emak-emak di Jawa Timur.
Selain dialog dengan emak-emak Sandi juga akan senam bersama emak-emak.

Kesempatan kunjungan ke Jawa Timur itu sekaligus dimanfaatkan Sandi untuk sowan ke pesantren seperti Al-Amin di Sumenep.
Sementara itu, Zulkifli Hasan akan memanfaatkan
momentum ini untuk mengonsolidasikan kekuatan
Partai Amanat Nasional untuk memenangkan Sandi.
Zulkifli yakin PAN akan memberi kontribusi signifikan bagi kemenangan Prabowo-Sandi di Jatim.
Pada pemilu gubernur 2018 ini PAN memberi
kontribusi signifikan bagi kemenangan Khofifah-Emil Dardak. Suara PAN bahkan paling tinggi dibanding semua partai pendukung kontestan pilgub Jatim.
Sementara itu, saat road show ke Jawa Tengah, calon wakil presiden dari pasangan nomor urut 02 Sandiaga Uno yakin akan memenangkan pertarungan Pilpres 2019.
Di depan ribuan kader dan caleg Partai Amanat Nasional (PAN), Senin (24/9), di gedung UTC Semarang, Sandiaga yang ditemani Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyebut nomor urut capres dan nomor urut PAN sebagai pertanda dari langit.
“Presidennya nomor berapa? Dua. PAN nomor berapa? 12, jadinya 212. Ini kode keras dari langit, suara PAN bersama Prabowo-Sandi bakal mendulang suara,” kata Sandi.
Angka 212 memang identik dengan aksi massa pada 2 Desember 2017 yang mendesak tindakan hukum untuk Ahok dalam kasus penistaan agama. Sandi juga menyebut angka 2 juga melambangkan perdamaian dan kemenangan.
“Nomor 2 adalah damai, peace, lalu lambang victory, kemenangan. Insyaallah kita menjemput takdir kita dan memenangkan kontestasi kita,” tandasnya.
Kepada para kader PAN, Sandi berbicara soal lapangan kerja dan perekonomian. Saat ini menurutnya Indonesia masih diterpa turbulensi ekonomi sehingga perlu nahkoda yang tegas.
“Kita hadapi turbulensi ekonomi, kita butuh nahkoda yang kuat dan tegas, yang bisa berpihak pada rakyat, bukan ke pihak yang tidak nasional,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Sandi ketika berkunjung ke Kantor PW Muhammadiyah, Senin (24/9). Ia menilai biaya hidup di Indonesia masih tinggi. Ke depan, ia lebih fokus pada perbaikan ekonomi.
“Biaya hidup kini kian berat. Banyak yang saya temui, dan mengeluhkan soal harga pokok yang belum terjangkau. Termasuk kalau (biaya) jaminan kesehatan menunggak di rumah sakit, maka berpotensi telat bayar gaji,” ujarnya.
Sandi berjanji, jika ia dan pasangannya Prabowo Subianto terpilih, maka keduanya akan fokus memperbaiki ekonomi secara keseluruhan. Konsentrasi utama yang akan ditata yakni pada sektor pendidikan dan kesehatan.
“Kita akan bermitra dengan Muhammadiyah. Kami dititipkan di dua sektor itu (pendidikan dan kesehatan). Sasarannya untuk memperbaiki ekonomi, membuka lapangan kerja, dan memperbaiki masalah biaya hidup,” kata Sandi.
(*/kij)
