Pasuruan,wirafokus.com – Dalam kemelut pasca haji th 2018 Telah berlalu, dan masih banyak menyisahkan masalah Haji yang di alami oleh jamaah Haji di kabupaten Pasuruan.
Bahkan diduga masih banyak jamaah Haji yang di rugikan oleh KBIH dan Koordinator Pendaftaran Haji dan Koordinator Tabungan Haji.
Hal ini terbukti karena banyaknya pengaduan yg diterima oleh pihak kantor Kemenag Kabupaten Pasuruan yang Tembusannya kepada Kantor Kemenag Prov.Jatim,Kepada Inspektorat Kemenag dan Kepada Mentri Agama RI di Jakarta oleh karena itu beberapa Pengiat LSM, Tokoh Agama serta Tokoh masyarakat Pasuruan berharap kasus Haji ini segera terselesaikan.
Sebagaimana apa yang pernah di janjikan oleh pihak Kemenag kepada awak Media wirafokus bahwa setelah musim Haji selesai akan segera di panggil semua Pihak dan memanggil 40 jamaah Calon Haji ( jamaahnya H.saud ) yg belum berangkat.
Awak media wirafokus berusaha mengkonfirmasi perihal janji pihak Kemenag kabupaten Pasuruan untuk menyelesaikan permasalahan Haji th 2018, sudah beberapa kali tidak bisa menemuhi As’Adul Anam selaku kepala kantor Kemenag kab.Pasuruan dengan berbagai alasan entah itu rapat atau keluar kota,sangat sibuk sekali.
Beberapa staf dan Pegawai menilai permasalahan Haji ini sangatlah ramai di perbincangkan bahkan serung juga diperdebatkan karena kasus ini sangat komplek,Karena H.saud punya saudara pejabat dan berani mengeluarkan uang. Pemilik KBIH di Pasuruanpun juga banyak uang bahkan berani mengeluarkan uang kepada pejabat yg berkopenten ketika ada masalah.
Awak media wirafokus berusaha mengkonfirmasi perihal janji pihak Kemenag kabupaten Pasuruan untuk menyelesaikan permasalahan Haji th 2018, sudah beberapa kali tidak bisa menemuhi As’Adul Anam selaku kepala kantor Kemenag kab.Pasuruan dengan berbagai alasan entah itu rapat atau keluar kota,sangat sibuk sekali.
Beberapa staf dan Pegawai menilai permasalahan Haji ini sangatlah ramai di perbincangkan bahkan serung juga diperdebatkan karena kasus ini sangat komplek,Karena H.saud punya saudara pejabat dan berani mengeluarkan uang. Pemilik KBIH di Pasuruanpun juga banyak uang bahkan berani mengeluarkan uang kepada pejabat yg berkopenten ketika ada masalah.
Sehingga Pejabat Kemenagpun terasa sulit untuk menyelesaikan apalagi memberi sanksi,padahal saya dulu pernah salah sedikit saja langsung di stafkan,tetapi beda dengan Haji saud kelihatannya di anak emaskan.
Sungguh sangat ironis dengan birokrasi yang ada padahal kasus jamaah ini sangat besar dan viral jelas beberapa staf yg tidak mau namanya di korankan.
( Hud/Yan/time ) Bersambung…
