― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaKotaPemerintah Kota Surabaya Kirimkan Bantuan ke Lombok Gelombang II

Pemerintah Kota Surabaya Kirimkan Bantuan ke Lombok Gelombang II

Insert foto : Eddy Cristiyanto Kepala BPB Linmas kota Surabaya (tengah) didampingi Imam Suwandi (kiri) saat konfrensi pers

Surabaya, wirafokus.com – Pasca gempa yang menimpa masyarakat lombok mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Surabaya.

Sehubungan dengan hal itu Pemkot Surabaya memberikan bantuan terhadap korban gempa di Lombok dengan dua kloter pengiriman dan bantuan pertama telah terkirim pada hari Kamis, (09/08/18).

Karena korban pasca gempa di lombok dan bantuan yang dikirim merasa kurang maka Pemkot Surabaya kembali mengirim bantuan yang kedua berupa alat penjernih air, pompa air, jenset, makanan, obat-obatan, dan pakaian layak pakai dan dikirim pada hari , Selasa, (14/07/18)

“Pada gelombang kedua ini kita kembali memberikan bantuan ke Lombok Utara dan Lombok Barat. Bantuan yang kami berikan berupa makanan, obat-obatan, dan pakaian,” ujar Eddy Christiyanto selaku kepala badan penanggulangan bencana dan linmas, Selasa, (14/08/18)

Tak hanya itu pemerintah kota Surabaya juga menerjunkan dokter, perawat, dan psekiater pada gelombang kedua ini. Hal ini dikarenakan sepulangnya gelombang pertama banyak hal yang harus diperhatikan.

“Nantinya psekiater ini akan menangani trauma hilling bagi anak-anak korban bencana gempa di Lombok. Pemerintah kota Surabaya berharap bantuan kali ini akan mengurangi trauma pada korban,” sahut Imam Siswandi selaku kepala bagian administrasi kesejahteraan rakyat yang memimpin penyerahan bantuan pada gelombang pertama.

Foto insert : Eddy Cristiyanto memaparkan keadaan pasca gempa di lombok usai konfrensi pers

“Pada saat ini memang banyak yang mengalami trauma, sampai saya sendiri juga trauma akibat gempa pada saat saya lokasi. Maka dari itu bu wali tak membolehkan tim berlama-lama disana. Tim kita disana cuman 4 hari dan kita sangat bekerja secara extra,” tutup Siswandi.(adi)