Insert foto: Rektor UMS Dr. dr. H. Sukodiono, MM menunjukan salah satu permainan edukasi
Surabaya, wirafokus.com – Gempa yang terjadi di Lombok Utara, NTB pada 5 agustus 2018 membuat masyarakat Indonesia berduka dan prihatin. Berangkat dari hal tersebut, Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) menggelar acara donasi yang berupa mainan edukasi, Selasa, (7/08/18)
Donasi permainan edukasi ini merupakan bagian dari rasa duka masyarakat indonesia. Dari donasi tersebut terdapat beberapa produk inovasi sederhana.
Produk inovasi ini diharapkan bisa membantu korban, terutama anak – anak. Sebelum dikirim ke Lombok produk ini dikenalkan kepada semua mahasiswa mulai tanggal 7-10 Agustus di Universitas Muhammadiyah.
“Nantinya kita akan memberikan edukasi kepada korban bencana alam khususnya anak-anak. Kita tidak akan mengirim begitu saja produk-prodak ini. Tapi dari pihak kami akan berangkat kesana juga. Untuk mahasiswa yang akan kesana akan kami beri pembekalan mental selama satu minggu,” kata Dr. dr. H. Sukodiono, MM, Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS).
Sukodiono berharap dengan bantuan yang berupa edukasi ini bisa meminimalisir trauma hilling kepada anak-anak yang terkena gempa di Lombok.

Terdapat beberapa kriteria permainan anak yang nantinya akan dibawa. Salah satunya pengaplikasian mainan yang mudah, bahan-bahan yang mudah di cari, dan biaya yang tidak terlalu mahal.
Adapun permainan yang akan dikirim. Seperti, doratic (media berbasis audio visual untuk anak penyandang tunagrahita), media scrap book (media kreatif dalam cerita bergambar) untuk anak Paud dan TK dengan visualisasi yang menarik, dan sibak (inovasi pembelajaran bahasa inggris untuk anak usia 5-6 tahun) yang mudah dengan paduan visual, Kapal Perkalian media perkalian dari karang, Mart Box Education untuk anak – anak memahami semua aspek pembelajaran, Nelida boneka limbah cerdas dan Smart Dofi boneka pencegah pelecehan seksual terhadap anak.

Endah Hendrawati, Dekan FKIP UMS juga menambahkan, donasi ini difokuskan pada pemulihan psikologis akibat gempa yang berkoordinasi dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). (adi)
