Surabaya, wirafokus.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya menggelar kampanye anti narkoba di mal City of Tomorrow, Sabtu (10/03/18). Tujuannya tidak lain mengajak semua masyarakat mengerti dan peduli terhadap bahaya narkoba. Kampanye yang dihadiri langsung oleh Kepala BNNK Surabaya AKBP Suparti dan Anggota DPRD Surabaya Komisi C Bidang Pembangunan Vinsensius Awey, sekaligus membuka acara dengan deklarasi anti narkoba di depan mal, jalan Ahmad Yani, Surabaya. Acaranya sendiri diisi dengan penampilan dari belasan komunitas. Antara lain, FJazzC (komunitas musisi jazz fusion), komunitas costume player (cosplay), pengusaha food truck dan belasan komunitas lainnya. Suparti mengatakan, kampanye tersebut merupakan agenda tahunan. Kegiatannya tidak hanya sekedar menghibur pengunjung mal dengan musik Jazz. BNNK Surabaya juga mengenalkan sejumlah tipe atau jenis narkoba dan efek negatifnya. “Jadi tidak cuma pemuda dari sejumlah komunitas saja. Orang tua dan pengunjung lainnya juga tahu bahayanya narkoba,” kata Suparti, Sabtu (10/03/18). Sementara itu, Vinsesius mengapresiasi upaya BNNK Surabaya untuk mengenalkan bahaya narkoba kepada masyarakat luas. Menurutnya, upaya memberangus peredaran dan penggunaan narkoba memang harus terus dilakukan. Karenanya, dia memandang perlu adanya ketegasan pemerintah melalui BNN dan kepolisian terhadap pemberantasan narkoba. Yakni, menerapkan hukuman berat bagi pengedar dan bandar narkoba. Terutama, peredaran narkoba di lembaga pemasyarakatan dan beberapa instansi yang berpotensi adanya peredaran narkoba. “Kalau pemakai memang perlu direhabilitasi. Tapi pengedar, apalagi bandarnya, harus dihukum seberat-beratnya,” kata Vinsesius. “Kampanye tersebut juga merupakan program komunitas. Misinya, membantu aparat penegak hukum dalam upayannya memberantas peredaran narkoba di Surabaya,” kata Ucok Management FJazzC Sasarannya adalah masyarakat muda. Misalnya, mahasiswa dan pelajar. Selain itu, program yang sudah digagas sejak empat tahun yang lalu tersebut juga menyasar keluarga. “Alasannya, peredaran narkoba sudah menjangkau ke hampir seluruh kalangan. Bahkan, dianggap sebagai lifestyle. Karenanya, kami melawan narkoba dengan Jazz yang juga sebagai lifestyle,” tutur Ucok (red/tim)
