Surabaya,wirafokus.com – Polemik penyelesaian pembayaran hutang PSSI kepada mantan Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti rupanya juga belum berhenti, organisasi yang sempat dulu ia pegang pada periode 2013-2015, terkait hutang dari suntikan dana yang ia berikan pada PSSI beberapa waktu lalu.
Aristo Pangaribuan sebagai kuasa hukumnya menyampaikan, bahwa PSSI dan PT Liga Indonesia hingga kini belum juga melunasi hutang kliennya tersebut. Namun dikabarkan sebelumnya, PSSI sendiri berencana untuk mencicil hutang tersebut.
Aristo juga menambahkan sebagai Ketua Umum saat itu, La Nyalla memberikan suntikan dana kepada PSSI dan paling banyak kepada Liga. Waktu itu juga untuk Timnas ketika mereka tidak jadi main karena PSSI dibekukan. Juga untuk gaji dan operasional PSSI karena PSSI kan tidak dapat uang dari pemerintah.
Aristo sendiri mengakui bahwa hutang tersebut sudah ada sejak lama, bahkan sejak Agustus 2017. Ia bahkan turut mengirimkan surat kepada PSSI, namun hingga kini tak kunjung terbayarkan, malah justru menumpuk.
Aristo juga mengakui, bahwa PSSI sendiri akhirnya menerbitkan surat pengakuan utang yang mencapai Rp13,157 miliar tersebut, berdasarkan laporan akuntan PSSI dalam auditnya.
Ketua Umum PSSI saat ini, Edy Rahmayadi sendiri mengaku cukup dibuat bingung oleh laporan terkait utang tersebut. Pasalnya, masalah tersebut terjadi ketika La Nyalla masih menjabat sebagai Ketum PSSI.
“La Nyalla menagih utang ke PSSI. Utangya pada saat beliau menjadi ketua PSSI. Kok nagihnya ke saya? Saya sendiri saja bingung. Apa ini gitu?” ungkap Edy.
Bukan hanya PSSI, rupanya PT Liga Indonesia sendiri dikabarkan juga menyimpan utang dalam jumlah yang cukup besar pada masa kepemimpinan La Nyalla. Diketahui, utang yang belum dibayarkan oleh perusahaan tersebut adalah sekitar Rp9,1 miliar.(red/kj)
