― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaPolitik dan PemerintahanMPC PP kota Surabaya berharap PAN dan PKS mendukung " Poros Tengah...

MPC PP kota Surabaya berharap PAN dan PKS mendukung ” Poros Tengah “.

SURABAYA,wirafokus.com :

Partai Gerindra memberi batas waktu hingga 20 Desember 2017 mendatang, bagi La Nyalla Mattalitti untuk mencari dukungan dari partai politik jika ingin runing dalam Bursa Calon Gubernur Jatim 2018.

Selain itu, La Nyalla juga diminta DPP Gerindra untuk menyiapkan kelengkapan pemenangan. Menanggapi hal itu, Ketua MPC Pemuda Pancasila Haris Purwoko, menegaskan dari sisi keorganisasian dukungan bagi La Nyalla totalitas sepenuhnya untuk pimpin jatim dalam PILGUB 2018.
Hanya saja, pencalonan La Nyalla harus pula didukung Partai Politik lain seperti PAN dan PKS hingga terbentuk koalisi yang hebat.

“Harapan kami PAN dan PKS bisa berkoalisi dengan Gerindra. Secara garis komando dalam keorganisasian, kami siap menjadi mesin pemenangan Pak Nyalla. PP didaerah begitu solid. Ini yang menjadi modal besar kami memenangkan beliau dalam Pilgub Jatim mendatang,” terang Haris,Jumat (15/12/2017) pada wirafokus.com.
Menurut MPC Surabaya Haris Purwoko, proses politik Pilgub Jatim haruslah  memperhatikan dan mempertimbangkan kedaulatan atau kehendak konstituen sebagai wujud serapan aspirasi masyarakat terhadap calon pilihannya.

“Kami melihat Pilgub Jatim ini bukan seberapa tebal kantong calon bisa memenuhi kemauan atau transaksi yang diinginkan partai pengusung. Partai-partai pengusung haruslah bertindak atas sandaran dan mengedepankan high politik sebagai etika atau norma politik. Jangan sampai terpaku pada perilaku politik praktis, menang kalah, berkuasa atau tidak berkuasa,” paparnya.

Dimata Haris, yang harus jadi motivasi utama seluruh calon dalam Pilgub Jatim nantinya, tidak lagi berbicara siapa calon yang diusung dan hanya berkutat pada menang ataupun kalah. Tetapi, siapa calon yang paling amanah serta mampu memperjuangkan kebutuhan dasar konstituen, harus di dukung. Karena Pilgub Jatim, bukanlah kepentingan sesaat dari partai pengusung saja.

Haris menyebutkan dalam politik seperti Pilkada, bukanlah sekedar polesan sesaat untuk pencitraan satu figur selama perhelatan berlangsung. Tapi suatu pengabdian faktual yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat konstituen dalam jangka panjang atas kehadiran figur tersebut di tengah-tengah masyarakat.Saat ditanya figur atau sosok La Nyalla sebagai calon Gubernur Jatim yang direkomendasikan Gerindra? “Kami melihat figur dari Pak Nyalla sejauh ini masih cukup kuat dan bagus. Kehadiran figur sebenarnya bukan hanya sekedar membeli tiket dalam ajang Pilkada. Tapi figur tersebut sebenarnya sudah berkontribusi dan memberikan sumbangsih terhadap kepentingan partai pengusung. Sehingga tidak ada kesan jual beli partai pengusung. Karena tidak ada ikatan moral dan historis dari figur yang diusung,” katanya.

Sampai hari ini seluruh Kader PP konsisten membantu dan memenangkan La Nyalla sebagai Calon Gubernur Jatim. Namun, karena syarat dari Gerindra agar Mantan Ketua PSSI itu mencari dukungan dari parpol lain untuk berkoalisi, amanah dari Gerindra menjadi hal yang wajib untuk terus mendekati partai politik di Jatim seperti PAN dan PKS.

“Saya rasa peluang masih sangat terbuka untuk munculnya figur baru calon gubernur, daripada dua calon Gubernur yang sudah ada saat ini. Hanya saja, keluarga besar PP sangat menyesalkan dan memandang secara etika sangat tidak pantas, bila proses Pilkada di Jatim ini, didasarkan pada transaksi finansial yang dimulai sejak pencalonan sampai dengan tahap pemilihan,” tegas Haris dan Ia menambahkan, jangan sampai kepentingan dan kebutuhan masyarakat Jawa Timur, justru dininabobokan dengan kesenangan sesaat waktu Pilkada saja. Namun, janji-janji politik sesudahnya, harus dipenuhi dan jangan sampai teringkari.

(Red/tim)