― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaHukum & KriminalATM BRI Pucang " Embat Uang Nasabah" .

ATM BRI Pucang ” Embat Uang Nasabah” .

SURABAYA wirafokus.com :

Mesin Anjungan Tunai Mandiri( ATM ) Pucang kembali menelan saldo uang Nasabahnya ,minggu malam (10/09).
Maksud hati ingin lebih nyaman transaksi lewat ATM dan aman dalam menyimpan uang , tapi kenyataan saya sebagai Nasabah malah dirugikan mas ” ungkap siska,mengungkapkan kejadian yang dialaminya kepada awak media wirafokus.com.
Kejadian bermula pada minggu malam ,siska berniat ambil uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM BRI) Pucang,ketika memasukan kartu miliknya ke mesin ATM ,uang tidak keluar malah saldo berkurang dan kartu saya malah ketelan dalam mesin ATM ” ucapnya dengan nada sangat jengkel .

Siska sangat terkejut karena kartu ATM satu satunya tidak keluar.
jelas ini sangat merugikan saya sebagai Nasabah BRI,bahkan sangat disayangkan Bank Rakyat Indonesia yang seharusnya membantu melayani serta meningkatkan dalam Pelayanan perekonomian rakyat justru menghambat dan mempersulit sistem transaksi Nasabahnya.

Keesokan harinya ,senin(11/9) ibu muda yang berprofesi sebagai penjual jajanan ini, mendatangi Kantor cabang BRI SYARIAH yang berada di JL.Diponegoro Surabaya. ditemui Custumer Service ,Yuvan . ” Kami akan memproses laporan Ibu Siska ,setelah 1×24 jam semenjak kejadian ” terang Yuvan.

Pada hari selasa (12/9) kembali ibu 5 anak itu mendatangi , kantor cabang BRI SYARIAH .
Sesuai prosedur permasalahan uang yang tidak keluar tapi saldo berkurang akan di proses selama 20 sampai 30 hari,ucap” Diana” salah satu Custumer Service yang sedang bertugas.
Sangat disayangkan Bank sebesar BRI penanganan pengaduanya sampai memerlukan waktu begitu lama.
Saya sebagai Nasabah sangat dirugikan dengan peristiwa tersebut ungkap korban.

( Red/Dn/tim )