Pertanyakan Alokasi Dana Karang Taruna, Puluhan Karang Taruna Mendatangi Kantor Kepala Desa

Bojonegoro, wirafokus.com – Puluhan pemuda karang taruna Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem, dengan rasa emosional yamg menggebu – gebu menggeruduk kantor kepala desa, untuk mempertanyakan dan mengklarifikasi tentang alokasi Dana Karang Taruna dari tahun 2015 – 2018, yang menurut mereka tidak pernah sampai ke karang taruna, Sabtu malam, (25/08/18).

Dalam pertemuan di kantor kepala desa karang taruna di terima langsung oleh Kepala Desa Hari Agus Sugiharto, juga hadir pamong desa dan sesepuh desa.

“Alokasi Dana karang taruna Tahun 2015 – 2018 masih ada dan akan saya jelaskan secara terang dan gamblang,” kata Hari sambil tersenyum.

Dana karang taruna tahun 2015 itu ada sebesar 5.000.000 dan di alokasikan untuk kegiatan pengajian yaitu Rp 1,500.000 dan masih sisa Rp 3,500.000 yang rencananya akan di buat untuk biaya pembuatan gawang lapangan sepak bola.

Dana di tahun 2016 itu sumbernya dari PAD ( Pendapatan Asli Daerah ) dan PHBI sebesar Rp 6.000.000 dan di alokasikan untuk perwatan lapangan dengan mendatangkan alat berat, dengan biaya global sebesar Rp 4.000.000 dan masih sisa Rp 2.000.000

Dana di tahun 2017 tercatat di papan informasi ada dana Rp 6.000.000 yang alokasinya untuk kegiatan kantor desa, jadi dana karang taruna dari tahun 2015-2017 itu masih ada, jadi total keseluruhan dana tersebut masih sekitar Rp 10.6050,00.

Hari juga menambahkan, untuk tahun 2018 sumbernya dari Pendapatan Asli Belanja Daerah (PABD) desa dan masih ada Rp 1.000.000 tapi masih nunggu Peraturan Desa (Perdes)

Lalu beberapa dari pamong desa tersebut juga ikut memberi keterangan secara rinci, tentang dana karang taruna tersebut, dan ikut pula salah satu sesepuh desa yang memberi masukan, tentang apa yang di terangkan oleh kepala desa maupun pamong tersebut kepada pemuda karang taruna terkait dana tersebut,

Selanjutnya sesepuh desa tersebut menanyakan kepada pemuda karang taruna”, apakah kalian puas dan jelas tentang apa yang di uraikan oleh kepala desa dan pamong tersebut, lalu para pemuda karang taruna menjawab dengan lantang PUAS…..”

Setelah merasa aspirasinya terjawab, kemudian para pemuda tersebut meminta kedepanya di tahun 2019, agar perwakilan pemuda karang taruna di ikut sertakan dalam rapat maupun kegiatan yang bersifat untuk desa, mereka juga menuntut untuk di libatkan disetiap rapat Musyawarah Rembuk Desa (Murendes), dan akan membentuk bendahara sendiri yang di pegang oleh perwakilan salah satu pemuda, dengan tujuan kedepanya tidak canggung atau malu untuk meminta atau sekedar menanyakan terkait dana untuk kegiatan desa ataupun dusun, mereka juga sepakat untuk membentruk struktur kepengurusan di setiap dusun.

Menanggapi hal tersebut atau tuntutan dari pemuda karang taruna, kepala desa sambil tersenyum meng’iyakan tuntutan dari apa yang pemuda harapkan, namun dengan syarat harus ada pertanggung jawaban dari masing masing dusun pada akhir tahun,” pungkasnya.

Sayapun mencoba mendatangi kepala desa, di akhir mediasi dengan para pemuda tersebut.
“Ketika saya tanya tentang apa yang di utarakan dan tuntutan dari para pemuda tersebut.” Kepala desa menaggapi dengan santai dan seolah juga puas atas terlaksananya mediasi dengan para karang taruna.

Ketika saya singgung mengenai sisa keseluruhan dari dana karang taruna yang jumlah totalnya masih sekitar Rp 10.650.000 ( sepuluh juta enam ratus lima puluh ribu rupiah ) di tambah dengan untuk tahun 2018 ini,sebesar Rp 4.000.000 maka total keseluruhan sisa dana karang taruna adalah sebanyak 15.650,000, (lima belas juta enam ratus lima puluh ribu rupiah) tersebut mau di bagi rata perdusun, apa mau di buat biaya kegiatan 17 an.” kalau masalah itu biar di rundingkan secara interenal di kepemuda’an. Mas,” maunya seperti apa, di bagi rata perdusun ya monggo di buat biaya kegiatan ya monggo.” ujarnya sambil menepuk pundak saya. (WSB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *