Ditlantas Polda Jatim Uji Program ELTE Hingga Tujuh Hari Ke Depan

Ket foto : Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Budi Indra Dermawan (tengah) saat menjelaskan program Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik di Gedung RTMC Ditlantas Polda Jatim.

Surabaya, wirafokus.com – Ditlantas Polda Jawa Timur akan melakukan uji coba Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) hingga tujuh hari kedepan dengan memanfaatkan Closed Circuit Television (CCTV).

“Uji coba ini akan dilaksanakan selama tujuh hari ke depan dan di mulai 8 Januari 2020, untuk para pengendara yang melanggar akan dicetak bukti pelanggaran atau tilangnya, tetapi dalam bukti tersebut masih diberi logo uji coba,” kata Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Budi Indra Dermawan saat rillis di Mapolda Jatim, Selasa (7/1/2020).

“Program ETLE ini secara resmi akan dilaunching atau diterapkan tilang elektronik mulai tanggal 14 Januari 2020 di wilayah Surabaya dengan pemasangan kamera di 700 titik,” tambahnya

Dalam giat tersebut Dirlantas Polda Jatim didampingi Kasubdit Gakkum Dan Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Jatim, serta hadir pula dari Dishub, Akademisi, Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Jatim AKBP Simon dan Operator ETLE dari Ditlantas Polda Jatim.

Untuk tahap awal dalam uji coba tersebut ada 20 CCTV yang tersebar di beberapa titik Kota Surabaya dengan dilengkapi sistem e-Tilang.

Dalam uji coba tersebut Budi Indra menjelaskan mekanisme sistem kerja e-Tilang ini, yakni dengan merekam secara otomatis pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara, seperti tidak menggunakan sabuk keselamatan, tidak menggunakan helm, berkendara sambil menggunakan ponsel, pelanggaran marka jalan, menerobos lampu merah, hingga pelanggaran batas kecepatan. Bahkan, sistem ini juga mampu merekam wajah pengemudi di dalam mobil.

“CCTV ini juga mampu merekam wajah pengendara dengan kecepatan 80 kilometer per jam. Tapi tak hanya pengemudi warga Surabaya, warga luar kota pun bisa tertangkap kamera CCTV tersebut jika nantinya melanggar,” tambahnya.

Apabila pengendara terdeteksi melakukan pelanggaran, maka nopol kendaraan akan terekam dalam sistem E-Tilang. Kemudian, RTMC (Regional Traffic Management Center) Polda Jatim melakukan verifikasi jenis pelanggaran dan identifikasi kendaraan, dilanjutkan dengan pencetakan surat konfirmasi yang akan dikirim ke alamat Nopol pelanggar melalui layanan pos atau email.

Pada surat konfirmasi tersebut, terdapat pelanggaran yang terjadi dan juga kode barcode yang bisa diakses melalui website www.etle.jatim.polri.go.id.

Setelah surat konfirmasi diterima oleh pelanggar, maka mereka bisa konfirmasi itu dengan mendatangi Mall pelayanan Publik Siola atau Polres Pelabuhan Tanjung Perak (Pos Gakkum).

Selanjutnya, petugas akan melakukan input data dan menerbitkan surat tilang. Kemudian, pelanggar bisa membayar denda langsung ke Bank BRI melalui transfer, m-banking ataupun setoran tunai. (Red/Why)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *