Polda Jatim Ungkap Investasi Ilegal Via Aplikasi Online

Ket foto: Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat rillis pengungkapan investasi ilegal di Mapolda Jatim

Surabaya, wirafokus.com– Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil mengungkap kasus investasi ilegal melalui aplikasi online, dengan omzet ratusan miliar rupiah.

Dalam kasus tersebut petugas mengamankan dua tersangka yaitu KTM (47), warga Kelapa Gading, Jakarta Utara; dan FS (52), warga Tambora, Jakarta Barat, ke dua tersangka tersebut salah satunya sebagai Direktur Utama dan orang kepercayaan

“Kasus ini dilakukan secara korporasi yaitu memanfaatkan kebijakan pemerintah terkait dengan iklim investasi untuk masyarakat kelas bawah sampai menengah dengan menggunakan aplikasi online email yang bernama Memiles dan tersangka tersebut sudah pernah terlibat kasus yang sama pada tahun 2015 di Polda Metro Jaya,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat rillis di Mapolda Jatim, Jumat, (3/1/2020)

Luki juga menambahkan bahwa aplikasi tersebut baru diketahui 8 bulan yang lalu dan telah mempunyai 264 member.dengan meraup keuntungan dari member sebanyak Rp750 miliar

“Aplikasi Mamiles ini tidak mengantobgi ijin dan para tersangka dalam menjalankan aksinya menggunakan nama PT Kam and Kam yang merupakan perusahaan bergerak di bidang jasa pemasangan iklan,” tambahnya

Modus para tersangka dalam menjalankan aksinya yakni aplikasi ini meminta tiap anggota untuk men top up dana investasi mulai dari nominal Rp50 ribu hingga Rp200 juta. Dari top up sejumlah uang tersebut, pihak Memiles kemudian memberikan bonus yang fantastis, berupa ponsel, motor, mobil, perhiasan emas hingga berlian dan lain – lain, bahkan bonus yang di dapat para member bisa melebihi uang yang di top up, tak hanya itu para member yang berhasil merekrut anggota baru, juga mendapatkan komisi atau bonus dari perusahaan sesuai level perekrut member masing-masing.

Foto : Barang bukti mobil yang berhasil disita petugas

Dalam pengungkapan kasus tersebut petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar 50 miliard, 18 unit mobil dari berbagai merk, 2 unit sepeda motor, barang- barang utk bonus reward.

“Dalam rekening tersangka masih ada dana yang mengendap sebesar 120 miliard dan pihaknya akan bekerja sama dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk mengukap kasus tersebut sampai tuntas dan Polda jatim akan membuka posko pengaduan bagi para korban penipuan aplikasi ini,” ujar Luki.

Atas petbuatannya tetsangka akan dijerat pasal 106 jo 24 ayat (1) dan atau pasal 105 jo Pasal 9 Undang – Undang Nomer 7 Tahun 2014 tentang perdagangan dan atau Pasal 46 ayat (1) dan ayat (2) jo Pasal 16 ayat (1) Undang- Undang Nomer 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang – Undang Nomer 7 Tahun 1992 tentang Perbankan. (Red/Why)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *