Ditemukan Beberapa Pelanggaran Di SPPBE PT. BHAKTI NUSA PERDANA, PERTAMINA Hanya Diam

Ket foto : PT BHAKTI NUSA PERDANA (BNP), Jalan : Romokalisari Industri Raya 22 Bumi Maspion , Surabaya

Surabaya, wirafokus.com – Stasiun Pengisian Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) dari hasil investigasi ,didapatkan beberapa temuan pelanggaran yang dilakukan oleh PT. BNP (Bhakti Nusa Perdana), antara lain ada 2 (dua) Perusahaan dalam 1 (satu) pintu, dan didalamnya ada 3 (tiga) usaha yang sudah dijalankan oleh kedua Perusahaan tersebut dalam kurun waktu yang sudah lebih dari sepuluh tahun.

Bidang yang dijalankan oleh kedua Perusahaan itu adalah pengisian bahan bakar berupa gas yang bersubsidi LPG 3 kg maupun non subsidi pengisian bahan bakar LPG 12 kg dan pengisian bahan bakar LPG 50 kg. Perusahaan berikutnya yang juga satu pintu yaitu PT. Universal Energi Pratama untuk usaha Pemeliharaan tabung gas.

Dalam 2 (dua) perusahaan yang menjalankan 3 (tiga) usaha dan tidak adanya tembok Pemisah di area dalam perusahaan tersebut, yaitu penyekatan pemisah agar lebih safety, itu sudah melanggar adanya kegiatan 3 (tiga) usaha dalam satu pintu, karena bidang usaha yang dijalankan tersebut beresiko tinggi terhadap para pekerja ataupun karyawan itu sendiri, resiko yang ditimbulkan nanti yaitu dari sisi LPG berupa pengisian tabung gas dan sisi usaha bengkel pemeliharaan tabung gas yang beresiko terbakarnya adanya alat las yang dipergunakan untuk mengelas tabung LPG yang sudah keropos ataupun sudah bocor.

Juga ditemukan adanya pelanggaran berupa 2 (dua) Perusahaan SPPBE Subsidi dan non Subsidi yang satu pintu dengan perusahaan Perbaikan atau Bengkel Tabung Gas Elpiji tersebut dalam hal itu PT. Bhakti Nusa Pratama (BNP) dan PT. UNIVERSAL PERDANA.

Foto : PT. UNIVERSAL PERDANA. Jalan : Romokalisari Industri Raya 22 Bumi Maspion , Surabaya

Manager PT. Bhakti Nusa Perdana dan PT. Universal Energy Pratama, Johan saat ditemui dan diwawancarai Majalah Fokus/wirafokus.com, menyatakan bahwa pemiliknya adalah Yos salah satu dari anak Gunawan pengusaha terbesar dibidang SPPBE MOR V. Jawa Timur.

Johan selaku manager PT.BNP dan PT. Universal Energy Pratama mengatakan,” untuk badan usaha yang Universal itu untuk 3 kg LPG, sedangkan yang Bhakti Nusa Pratama itu untuk 12 kg dan 50 kg LPG”, kata Johan selaku manager PT. BNP dan PT. UEP. Yang awalnya enggan untuk diwawancarai. Johan malah melemparkan permasalahan ini ke Pihak Pertamina, Monggo mas, konfirmasi saja ke Pertamina, mereka yang membuat aturannya, salah satu pertanyaan dari media ini, Salah satunya ada Pengisian Gas LPG dari agent Area Lokasi Gresik, padahal PT. BNP hanya untuk Lokasi Surabaya saja, apa itu di perbolehkan oleh Pertamina? Silahkan mas tanyakan langsung saja ke Pertamina tuturnya lagi.

Di lain Tempat, tepatnya di Humas Pertamina jalan Jagir Wonokromo, Taufik salah satu staff Humas mengatakan, kalau para staf bagian Domestik dan Gas Elpiji sedang ada sertijab, saat di temui Wartawan di Ruangnya. Silahkan aja mas kalau mau di tulis beritanya, jika ada pelanggaran dari mitra Kami yakni BNP, pasti kami akan tindak dan Proses Kasusnya Perusahaan SPPBE itu, Ucapnya.( Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *