Satu Bulan Satresnarkoba Polrestabes Surabaya Tangkap 18 Tersangka

Ket Foto : Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya Kompol Memo Ardian bersama  para tersangka dan barang bukti narkoba  yang akan dimusnahkan

Surabaya, wirafokus.com – Jajaran Satresnarkoba Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap sebanyak 13 perkara kasus narkoba dengan 18 tersangka dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pemusnahan barang bukti dari hasil pengungkapan kasus Narkoba selama satu bulan

“Pada kurun waktu tersebut Satresnarkoba dan jajaran polsek Polrestabes Surabaya mengungkap 13 kasus 18 tersangka yang terdiri dari 17 laki-laki dan 1 perempuan tersangka. Serta mengamankan barang bukti 4 Kg sabu-sabu 788,4 gram sabu-sabu Kemudian untuk ganja 1 gram 916 ganja dan fenestrasi 1148 jenis happy five 930 dan pil koplo 77880 ada 6 kasus yang terdiri dari delapan tersangka total 40 gram sabu sabu 1 kilogram ganja kemudian 10 butir ekstasi dan 108954 butir double l atau pil koplo akumulasi kasus 13 kasus yang terdiri dari 18 tersangka kemudian totalnya 4 Kg 828 koma 42 koma 906 gram ganja 1158 pil ekstasi dan 930 dan 186834 gram,” kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho, saat menggelar konferensi pers di Mapolrestabes Surabaya, Selasa, (8/10/2019).

Selain narkoba turut diamankan barang bukti berupa bong, pipet dan korek api serta alat timbang dan Hp untuk bertransaksi narkoba.

Kasat Narkoba Kompol Memo Ardian menjelaskan modus para pelaku dalam melancarkan aksi jual beli narkotika di wilayah Kota Surabaya dengan sistem tempel di lokasi yang telah ditetapkan, transaksi langsung dengan kurir dan konsumen, melalui jasa pengiriman dan bertransaksi online melalui media sosial.

Adapun tempat kejadian perkara kasus narkotika ini yaitu perumahan, jalanan umum, sejumlah indekos hingga apartemen dan dipersimpangan lampu merah.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersngka dikenakan ancaman hukuman sesuai dengan perbuatanya untuk pengguna sabu – sabu ganja dan ekstasi diancam penjara selama 20 tahun ataupun seumur hidup dengan ketentuan undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Sedangkan untuk peredaran peredaran penyalahgunaan obat terlarang tanpa izin sesuai dengan undang-undang RI nomor 26 tahun 2000 Lan tentang kesehatan ancaman hukuman penjara selama nya selama 15 tahun.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *