KOMPAK Gaungkan Minat Baca di Destinasi Wisata

Ket foto : Komunitas Pamekasan Membaca (KOMPAK) foto bersama di wiaata pantai Jumiang yang terletak di Dusun Jumiang, Desa Tanjung, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Pamekasan, wirafokus.com – Sekumpulan pemuda yang tergabung di Komunitas Pamekasan Membaca (KOMPAK) menjelajahi destinasi wisata di Kabupaten Pamekasan, Minggu (06/10/2019).

Kali ini para pegiat literasi tersebut mendatangi Wisata Pantai Jumiang yang terletak di Dusun Jumiang, Desa Tanjung, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Di salah satu destinasi favorit masyarakat dengan suguhan panorama dan spot-spot indah inilah para pegiat literasi itu menggelar lapak baca komunitasnya.

Menurut Ketua Bidang Eksternal Kompak, Firdaus Nur Ilman mengatakan, kegiatan itu dilakukan untuk menggugah masyarakat (pengunjung) yang ada di pantai Jumiang itu untuk suka baca.

“Disini kan spot-spotnya indah, susananya nyaman memungkinkan untuk menggugah para pengunjung untuk membaca,” katanya.

Foto : Lapak baca yang di gelar Komunitas Pamekasan Membaca (KOMPAK) di wisata pantai Jumiang.

Jadi, kata Firdaus, mereka tidak hanya menikmati pemandangan yang ada namun juga dapat membaca buku dengan suasana yang nyaman itu.

“Dengan begitu, kedatangan mereka kesini tidak sekedar foto `jepret` sana-sini. Melinkan juga ada nuansa keilmuan yang mereka dapatkan dari sini,” tutur Firdaus, lulusan S1 Keperawatan di Ngudya Husada Madura itu.

Sementara Ita Purwati, salah satu pelancong yang mengunjungi lapak Kompak mengatakan, kegiatan sangat inspiratif bagi kalangan anak-anak muda untuk melek literasi.

Foto : Komunitas Pamekasan Membaca (KOMPAK) sambil bersantai saat membaca dengan para pengunjung wisata pantai

“Saya rasa kegiatan ini sangat bagus, inspiratif sekali. Daripada kumpul-kumpul gak jelas, lebih baik baca buku sambil bersantai ria bersama keluarga,” ungkapnya.

Ita pun berharap generasi muda dapat teredukasi dengan adanya lapak yang di gelar komunitas Pamekasan membaca itu.

“Semoga Indonesia menjadi negara yang tingkat literasinya tidak selalu berada di grafik terendah di dunia,” tandasnya. (Haz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *