Warga Tutup Jalan Lantaran Tak Kunjung Diperbaiki

Ket foto : Warga desa menutup jalan akses desa yang tak kunjung diperbaiki

Pamekasan, wirafokus.com – Sebanyak 30 orang warga Dusun Guwa Dua, Desa Tampojung Guwa, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan menutup akses jalan desa, Sabtu (05/10/2019).

Penutupan jalan tersebut lantaran mereka kecewa karena tiga tahun jalan di sana rusak dan tidak pernah ada perbaikan. Padahal jalan tersebut menghubungkan beberapa desa.

Jalan yang rusak tersebut sejauh 1 km. Kerusakannya berlubang, bergelombang dan beberapa ada yang lubangnya mencapai kedalaman 20 cm.

Masyarakat tampak antusias dan bergotong-royong memperbaiki jalan yang rusak tersebut.

“Kami menutup jalan ini dalam rangka perbaikan, jadi jalan ini ditutup sementara,” kata Hasbullah, salah seorang warga setempat.

Menurutnya, masyarakat sudah mencoba mengajukan permohonan perbaikan jalan tersebut kepada Pemerintah Daerah dan pemerintah desa setempat, namun tidak pernah ada respon.

“Kami sudah coba mengajukan kurang lebih lima kali, namun tidak pernah ada respon,” ucapnya.

Hasbullah mengungkapkan, sudah melakukan pelaporan melalui aplikasi yang dimiliki Pemkab Pamekasan yakni e-lorong pada aplikasi Pamekasan Smart.

“Kami juga sudah coba mengajukan dengan aplikasi e-lorong tapi tidak ada respon apa-apa. Jadi terpaksa kami mengumpulkan dana dari swadaya masyarakat untuk memperbaiki jalan ini,” katanya dengan nada kesal.

Lebih lanjut, Hasbullah mengatakan, kasihan ketika ada orang baru yang melewati jalan ini, tidak sedikit dari mereka yang terjatuh bahkan ada yang mengalami luka parah.

“Kami kasihan kalau ada orang baru yang melewati jalan ini, mereka sering terjatuh. Ya, mungkin karena mereka tidak tau Medan disini,” ucap dia.

Kendati jalanan ini sudah diperbaiki dengan swadaya masyarakat, dirinya dan warga setempat tetap berharap perbaikan jalan dari pemerintah, agar jalan tersebut bisa baik dan tidak menyebabkan kecelakaan bagi warga yang melewatinya.

Hingga berita ini dinaikkan, baik pemerintah daerah maupun pemerintah desa belum bisa dikonfirmasi. (Haz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *