Mantan Ketua DPC PPP Sidoarjo Melakukan Penganiayaan

Ket foto : Etty Hasmiayati (Korban)

Surabaya , wirafokus.com- Diskrimum Lt 2 Polda Jatim melakukan gelar perkara kasus penganiayaan dan pencemar nama baik yang menimpa korban bernama Etty Hasmiayati dengan alamat Dusun Ngampel sari RT 13 RW 02 Desa Tanjung sari, Kec. Taman Kab. Sidoarjo, Rabu, (12/6/19)

Pelaku yang bernama H.Ustman Ikhsan yang beralamatkan di jalan Raya Seruni 137 Gedangan Sidoarjo merupakan mantan Ketua DPC PPP Sidoarjo

Menurut Etty Hasmiayati (korban) kejadian yang menimpanya tersebut bermula pada sore hari sekitar pukul 16.00 Wib, Selasa, (1/1/2019), berawal dari ajakan H.Ustman (Pelaku) yang ingin menikahinya tetapi oleh korban ditolak sehingga menimbulkan kemarahan pelaku.

Atas penolakan tersebut pelaku menghajar korban berulang kali dan sempat mengeluarkan senjata sajam (sajam) sejenis pisau untuk menakuti korban .

Merasa ketakutan korban berteriak dan minta tolong, bahkan tetangga sempat melerai kejadian tersebut

Foto : Bukti laporan dari kepolisian

Atas kejadian tersebut korban melaporkan pelaku dengan bukti lapor STBL/66/1/2019/Jatim/Res Sda/sek krian, usai melaporkan pelaku korban memeriksakan diri untuk visum karena mengalami pendarahan dan trauma berkepanjangan .

Merasa laporan kasus yang menimpa dirinya tidak ada titik terang dan pelaku masih bebas berkeliaran, hingga laporan kasusnya di rujuk ke Polresta Sidoarjo dan dilanjutkan gelar perkara di Polda Jatim agar memberikan titik terang.

Saat gelar perkara di Diskrimum Polda Jatim pelaku tidak hadir tetapi hanya diwakilkan Awalludin (Pengacara pelaku)

“Dirinya sempat disudutkan dengan keterangan Awalludin ( Pengacara H.Ustman Ikhsan) dengan menunjukan surat nikah siri palsu dari salah satu yayasan di daerah Tarik Sidoarjo,” jelas Etty Hasmiayati (korban) kepada awak media usai gelar perkara di luar Gedung Diskrimum Lt 2 Polda Jatim.

Foto : Etty Hasmiayati (korban) menunjukkan bukti gelar perkara.

“Saya tidak pernah diajak kawin siri dan saya nyatakan surat itu palsu,” ucap korban dengan nada geram.

Setelah dilakukan pengembangan korban berharap agar kasus yang menimpanya segera terkuak siapa yang benar dan salah.

“Saya akan terus memantau dan membawa kasus ini ke Mabes Polri di Jakarta seandainya tidak ada titik terang karena ini sudah menginjak harkat dan martabat harga diri saya bahkan sudah terkonsumsi di mata publik,” ujarnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *